Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar, Harga Bawang Merah Terus Naik

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 29 Juli 2025 | 23:05 WIB
MERANGKAK NAIK: Salah satu pedagang bahan-bahan dapur di Pasar Besar Tuban yang mulai menaikkan harga bawang merah hingga Rp 35 ribu per kilogram kemarin (19/2). / M. Mahfudz Muntaha
MERANGKAK NAIK: Salah satu pedagang bahan-bahan dapur di Pasar Besar Tuban yang mulai menaikkan harga bawang merah hingga Rp 35 ribu per kilogram kemarin (19/2). / M. Mahfudz Muntaha

RADARTUBAN – Bawang merah diperkirakan menjadi penyumbang inflasi terbesar dalam sebulan ke depan. Pasalnya, harga salah satu komoditas bumbu dapur ini diprediksi bakal terus naik.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban di Pasar Baru Tuban, harga bumbu dapur yang memberikan aroma khas pada masakan ini sudah mengalami kenaikan hampir 30 persen dari bulan lalu.

Yang sebelumnya antara Rp 30-35 ribu per kilogram (kg), kini sudah mencapai Rp 50 ribu per kg. Dan diperkirakan masih akan terus naik.

Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tuban Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban Endro Budi Sulistyo membenarkan potensi lonjakan inflasi akibat melejitnya harga bawang merah tersebut.

‘’Angka inflasi diperkirakan akan terus naik hingga Juli nanti, karena harga bawang juga diprediksi masih akan terus naik,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

 Disampaikan Endro, merangkaknya harga bumbu dapur dengan nama latin allium cepa L. var. aggregatum ini karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sehingga, hasil panen bawang merah dari beberapa daerah tidak maksimal. ‘’Dampaknya, harga bawang merah terus naik,’’ katanya.

Meski demikian, terang Endro, kondisi yang sama juga terjadi di beberapa daerah lain. Termasuk daya beli masyarakat yang terus menurun.

‘’Kondisi yang sama hampir terjadi di semua daerah. Tidak hanya Tubans aja,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Endro menyampaikan, selama Juni lalu, angka inflasi di Tuban mencapai 2,02 persen. Naik 0,80 persen dari bulan sebelumnya yang hanya 1,22 persen. ‘’Dan salah satu penyebab naiknya inflasi ini karena terus meningkatnya harga bawang merah,’’ jelasnya.

Untuk memastikan stok bahan pokok aman, termasuk bawang merah, pihaknya telah meminta kepada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban bersama tim yang mengelola pasar untuk melakukan pemantauan langsung kepada pedagang dan agen.

Sehingga, proses distribusi barang bisa diawasi.

‘’Harapannya tidak ada kelangkaan,’’ terang Endro.

Rumini, salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Baru Tuban mengatakan, akibat harga bawang merah yang terus naik, kini banyak pembeli yang mengurangi volume pembelian.

Untuk ibu rumah tangga, dari yang biasanya membeli setengah kg, kini hanya seperempat.

‘’Bagi kami tidak masalah, asal ada pembeli,’’ ujarnya sekaligus berharap kepada pemerintah daerah untuk mencarikan solusi. Minimal tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #komiditas #Inflasi #bawang merah #bumbu dapur