Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tuban Darurat Narkoba, Banyak Sasar Perempuan: 26 Pengguna Jalani Rehabilitasi

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 31 Juli 2025 | 00:03 WIB
Ilustrasi lonjakan kasus narkoba di Tuban picu kekhawatiran, generasi muda dan perempuan jadi kelompok rentan baru dalam penyalahgunaan zat terlarang.
Ilustrasi lonjakan kasus narkoba di Tuban picu kekhawatiran, generasi muda dan perempuan jadi kelompok rentan baru dalam penyalahgunaan zat terlarang.

RADARTUBAN – Pecandu narkoba di Tuban kian mencemaskan. Bahkan, kini tidak lagi memandang usia dan gender.

Data Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban menyebutkan, remaja dan perempuan pengguna narkoba di Kota Legen terus bertambah, khususnya perempuan.

Dari Januari hingga Juli ini, misalnya, 26 pengguna narkoba telah menjalani proses rehabilitasi. Lima di antaranya berjenis kelamin perempuan.

Meningkat lima kali lipat dari 2024 yang hanya ditemukan satu pengguna selama setahun.

‘’Tren naiknya jumlah pengguna narkoba ini patut menjadi perhatian serius semua pihak, karena jumlah perempuan pengguna narkoba meningkat,’’ kata Kepala BNNK Tuban AKBP Bagus Hari Cahyono kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (28/7).

Selain tren pengguna narkoba perempuan yang terus bertambah, BNNK juga mencatat lonjakan pengguna dari kalangan usia muda, yang di antaranya masih pelajar.

‘’Secara keseluruhan, klien yang direhabilitasi paling banyak berusia 18-30 tahun,’’ jelas Bagus.

Lebih lanjut, Bagus menyampaikan, pengguna yang kini tengah direhabilitasi berasal dari pengungkapan yang dilakukan kepolisian, BNNK, dan ada juga yang dengan sadar melapor ke BNNK agar direhabilitasi.

Adapun jenis zat yang dikonsumsi cukup beragam, mulai sabu-sabu, karnopen, pil double L, hingga pil reklona.

Tak sedikit pula yang menyalahgunakan obat anti mabuk kendaraan secara berlebihan hingga menimbulkan kecanduan.

Guna menekan angka penyalahgunaan narkoba, pihak BNNK Tuban berkomitmen meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat.

Fokus utama akan diarahkan ke lingkungan pendidikan dan generasi muda.

Di samping itu, razia rutin di tempat-tempat hiburan malam juga akan kembali digencarkan.

‘’Kami juga menghimbau kepada pemilik tempat hiburan malam agar melarang pekerjanya maupun para pengunjung menggunakan narkoba,’’ tegas Bagus.

Terpisah, Presidium Wilayah KPI Jatim bidang Kelompok Kepentingan Perempuan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa, Devi Ferbriana mengatakan, banyaknya perempuan yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba itu disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya, kondisi mental yang tidak stabil, pengaruh lingkungan, dan pergaulan.

‘’Mungkin awal mulanya ingin mencoba karena diperkenalkan teman, pada akhirnya menjadi kecanduan. Dan tidak adanya pengawasan dari orang tua/keluarga, juga mendorong banyaknya kasus tersebut,’’ bebernya.

Devi menyampaikan, banyaknya anak-anak dan perempuan menjadi pengguna narkoba ini patut menjadi perhatian bersama.

Hal ini menandaskan sebagian generasi muda Tuban sedang tidak baik-baik saja.

‘’Apalagi, Tuban yang dikenal dengan sebutan Bumi Wali, ini sudah benar-benar darurat narkoba,’’ bebernya.

Lebih lanjut, perempuan yang Ketua Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) PC Fatayat NU Tuban itu menegaskan, penanganan penyalahgunaan narkoba ini dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi dari orang tua, guru, organisasi masyarakat, BNNK dan pemerintah.

‘’Ini permasalahan bersama. Tidak bisa hanya diselesaikan satu pihak saja,’’ tandasnya. (fud/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#pelajar #Tuban #bnnk #narkoba #remaja #lonjakan kasus