RADARTUBAN – Kekosongan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Tuban akhirnya terisi.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, kekosongan pendidik agama bagi siswa muslim itu telah dicukupi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Tuban.
‘’Sudah kami usulan (calon guru PAI, Red) ke Kemensos (Kementerian Sosial), dan informasinya par hari ini (kemarin, Red) sudah mendapatkan persetujuan dan surat penugasan,’’ kata Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Tuban Imam Syafi’i.
Disampaikan Imam, guru PAI dari Kemenag yang ditugaskan menjadi pendidik di SR tersebut sudah menyandang predikat aparatur sipil negara (ASN).
Bahkan, sebelumnya juga sudah berpengalaman mengajar di berbagai madrasah di Tuban.
‘’Sebelumnya mengajar di MA Ash-Shomadiyah. Statusnya tetap guru ASN naungan kami (Kemenag Tuban, Red) yang di DPK (diperbantukan, Red) mengajar di SR Tuban. Kendati demikian, gaji dan tunjangannya tetap kami yang membayarkan,’’ beber dia.
Apakah pendidik yang ditugaskan mengajar di SR juga masih merangkap di lembaga pendidikan sebelumnya?
Imam menyebut, guru yang bersangkutan harusnya hanya fokus mengajar siswa SR.
‘’Harusnya full mengajar di SR, karena informasinya nanti ada asramanya. Tapi terkait teknis pelaksanaannya di sana (SR, Red) saya kurang begitu faham,’’ jelas dia.
Sebagaimana diketahui, terisinya kekosongan formasi guru PAI ini sekaligus melengkapi 19 pengajar yang akan bertugas di SR Terintegrasi 18 Tuban.
Kesembilanbelas pengajar yang akan bertugas di SR Tuban meliputi guru PAI, Pkn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris IPA, IPS, Matematika, PJOK, BK, SBK, Sejarah Biologi, Fisika, Kimia, Sosiologi, Geografi, Ekonomi, dan dua guru TIK. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama