RADARTUBAN – Perseroda Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) tengah disiapkan menjadi perusahaan outsourcing oleh Pemkab Tuban untuk menampung dan menyalurkan tenaga honorer yang nantinya terkena dampak kebijakan pemutusan kontrak.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Wiyana.
‘’Dipilihnya RSM menjadi penyalur tenaga kerja, itu karena di dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) perusahaan sudah tercantum klasifikasi (KBLI) kegiatannya,’’ kata Budi Wiyana kepada Jawa Pos Radar Tuban menyusul rencana alih daya tenaga honorer di lingkup Pemkab Tuban.
Dengan adanya rencana tersebut, maka RSM bakal menjadi pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemkab dalam memasok tenaga outsourcing, seperti petugas kebersihan, keamanan, maupun driver yang dibutuhkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
‘’Prinsipnya, kalau (pemkab, Red) punya perusahaan sendiri, kenapa harus menggandeng pihak lain. Toh nanti pendapatannya akan kembali kepada daerah lagi. Untuk itu, mulai saat sudah kami siapkan segala sesuatunya,’’ terang doktor ilmu administrasi jebolan Universitas 17 Agustus Surabaya itu.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan, setelah perubahan badan hukum dan perombakan pengurus, kini badan usaha milik daerah (BUMD) beralamat di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo sudah berkegiatan.
Di antara usaha yang dijalankan, yakni bongkar muat barang di Pelabuhan Sarana Bangun Indonesia (SBI).
‘’Setelah ini, kegiatan lain pun mulai kami persiapkan,’’ ujarnya, sekaligus menyiapkan direktur definitif.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 2.222 tenaga honorer di lingkup Pemkab Tuban akan dilakukan pemetaan ulang.
Yang tidak lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap satu 2024 akan dijadikan PPPK paro waktu sesuai kebutuhan di masing-masing instansi/lembaga di lingkup Pemkab Tuban.
Sedangkan yang tidak lolos seleksi PPPK tahap dua 2024 akan dialihdayakan atau di-outsorcing-kan ke pihak ketiga atau perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Adapun ruang pekerjaannya meliputi tenaga kebersihan, driver, dan keamanan.
Contoh yang sudah ada, yakni tenaga kebersihan di RSUD Koesma.
Selama ini, tanggung jawab kebersihan di rumah sakit plat merah ini dihandel oleh pihak ketiga.
Nantinya, perusahaan yang menjadi pihak ketiga itu akan diserahkan ke Perseroda RSM. Perannya, sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja alih daya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama