RADARTUBAN – Pasca mendapat evaluasi dari Direktoral Jendral (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos mengenai sirkulasi udara ruang kelas dan asrama kurang memadai, Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban berencana menggelar simulasi penggunaan sarana prasarana (sarpras) sebelum melangsungkan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban Vera Khairun Nissa menyampaikan, sebelum para siswa mulai masuk asrama dan menjalani tahapan MPLS, pihaknya akan lebih dahulu melakukan pengecekan fasilitas hingga perlengkapan yang akan digunakan para siswa.
"Sesuai arahan dari Dirjen Linjamsos Kemensos, simulasi akan kami lakukan untuk memastikan sirkulasi udara memadai dan fasilitas sarpras aman dan layak digunakan siswa,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Sebelumnya, Dirjen Linjamsos Kemensos Agus Zainal Arifin dalam tinjauannya pekan lalu menyarankan agar simulasi penggunaan sarpras serta pengujian kelayakan sirkulasi udara dapat dilakukan bersama seluruh siswa.
Namun, karena pertimbangan jarak, rencana simulasi hanya akan dilakukan guru-guru SR.
"Simulasi hanya akan dilakukan guru-guru dan tenaga pendidik saja. Selain karena pertimbangan jarak, faktor lainnya, agar para siswa tidak bolak-balik datang ke sekolah,’’ jelas Kepala SR asal Kabupaten Rembang itu.
Idealnya, terang Vera, tahapan simulasi mestinya sudah dilakukan beberapa hari ke depan, mengingat jadwal MPLS untuk SR kategori IB akan diselenggarakan 15 Agustus mendatang, atau tak kurang dari sepekan lagi.
Disinggung mengenai kapan simulasi akan dilakukan, Vera belum bisa memastikan lantaran masih menunggu seluruh fasilitas lengkap.
"Belum tahu (kapan disimulasi dilakukan, Red), karena sampai saat ini masih menunggu kelengkapan penataan semua sarprasnya lengkap, barulah simulasi dilakukan,’’ beber dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, capaian progres penyiapan sarpras di sejumlah ruang kelas dan asrama SR yang terletak di Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) itu hampir mencapai 100 persen.
"Semoga bisa secepatnya melangsungkan tahap simulasi sebelum MPLS,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni