Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lowongan Kerja Formal Kian Menyempit, Disnakerin Dorong Generasi Muda Tuban Berani Buka Usaha Mandiri

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 15 Agustus 2025 | 02:46 WIB
Ilustrasi lulusan sarjana yang mencari lowongan pekerjaan.
Ilustrasi lulusan sarjana yang mencari lowongan pekerjaan.

RADARTUBAN – Dalam beberapa tahun terakhir ini, di beberapa negara, generasi muda lebih memilih menjadi pekerja informal ketimbang formal.

Seperti halnya di India, pekerja informal sudah mendominasi sekitar 60-70 persen.

Namun, fenomena ini tampaknya belum berlaku di Indonesia, khususnya Kabupaten Tuban.

Kendatipun lapangan kerja formal sangat minim, sebagian besar generasi muda di Kota Legen lebih memilih bersaing dengan ratusan, atau bahkan ribuan pencari kerja di bidang formal.

Selama 2025 ini, misalnya, kurang lebih 800 pencari kerja atau angkatan kerja (AK) bersaing melamar pekerjaan di bidang formal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban Rohman Ubaid mengakui, masih banyak generasi muda yang lebih memiliki di bidang formal ketimbang informal.

‘’Mereka (para pencari kerja yang didominasi generasi muda, Red) cenderung mencari dan menunggu lowongan pekerjaan, mentalitas ini yang perlu diubah,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (5/8).

Disampaikan Ubaid, sektor industri menjadi salah satu pekerjaan formal yang paling banyak diburu pencari kerja.

Ratusan pelamar, bahkan ribuan, berkompetisi untuk saling “mengeliminasi”.

Padahal, masih banyak ruang pekerjaan informal yang bisa dikembangkan. Salah satunya, menjadi wirausaha.

‘’Selain mencari kerja, generasi muda juga harus memiliki inisiatif untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan, adalah dengan mengikuti berbagai pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun lembaga swasta,’’ katanya.

Termasuk Disnakerin, yang secara konsisten dan berkelanjutan melaksanakan program pelatihan kerja.

‘’Biasanya, pelatihan kerja yang kami laksanakan berdasar apa yang diminati anak muda. Misalnya, pelatihan desain, pengelasan, hingga peracikan kopi yang memang menjadi tren di kalangan anak muda,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) itu menyampaikan, pelatihan kerja menjadi solusi untuk memudahkan pencari kerja, sekaligus menambah keterampilan saat terjun ke dunia kerja.

‘’Dan tidak kalah penting, menjadi bekal untuk membuka lapangan usaha sendiri,’’ harapannya.

Ubaid menilai, para pencari kerja, khususnya di kalangan generasi muda, sejatinya sudah siap untuk terjun ke dunia kerja.

Namun, jumlah lowongan pekerjaan yang terbatas menjadi kendala.

‘’Maka dari itu, kami mendorong agar mereka tidak hanya menunggu, tetapi juga aktif kerja mandiri,” tegasnya.

Pejabat asal Kecamatan Kerek itu berharap, para pencari kerja, khususnya generasi muda bisa mengembangkan kreativitasnya dengan bekerja secara mandiri, sekaligus membuka lapangan usaha yang bisa membantu menurunkan angka pengangguran di Tuban.

‘’Kami hanya bisa memfasilitasi pelatihan kerja, pendampingan dan pengembangan IKM, membuka bursa kerja, dan menyediakan aplikasi lowongan kerja,” tandasnya. (saf/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #usaha #Disnakerin #Indonesia #lowongan kerja #generasi muda