RADARTUBAN–Taman Tuban Abhipraya di Jalan Pahlawan kemarin (16/8) pagi meriah dan penuh warna.
Sebanyak 859 anak didik Raudlatul Athfal (RA) dari 11 lembaga se-Kecamatan Tuban cukup antusias mengikuti seleksi Festival Menggambar dan Mewarnai dari Bentuk Geometri 2025.
Event tersebut digelar Pengurus Cabang Ikatan Guru Raudlatul Athfal (PC IGRA) Kecamatan Tuban bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Tuban.
Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan anak usia dini yang didampingi orang tua, anggota keluarga, dan gurunya itu memadati lokasi.
Mereka yang membawa peralatan tulis dan meja lipat tersebut siap menautkan potongan-potongan bentuk geometri yang acak pada materi festival menjadi sebuah gambar yang berwarna dan hidup.
Dari imajinasi peserta festival, lahir gambar binatang laut, pemandangan alam, rumah sederhana berikut halamannya, dan gambar lain.
Selama menggoreskan pensil dan alat pewarna, ekspresi peserta cukup ceria.
Setidaknya, kehadiran orang tua, anggota keluarga, dan gurunya yang mendampingi di luar arena festival ikut menyemangati mereka dalam menggoreskan pensil dan alat pewarna.
Ketua PC IGRA Kecamatan Tuban, Alik Sulistiana mengatakan, pelaksanaan seleksi serentak Festival Menggambar dan Mewarnai dari Bentuk Geometri tersebut sekaligus untuk memeriahkan perayaan Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Dalam seleksi tersebut, kata dia, ditumbuhkan jiwa berkompetisi yang sehat, mandiri, dan bertanggung jawab pada diri anak-anak.
‘’Kita belajar dari awal untuk menanamkan ke anak usia dini bahwa untuk mengikuti festival harus bersikap sportif. Tidak ada campur tangan orang tua untuk mendikte anak. Jadi anak harus berkreasi sebebas-bebasnya dengan imajinasi masing-masing,” ujar Ana, sapaan akrabnya.
Dia menyampaikan, seleksi tersebut untuk menjaring 14 anak yang mengikuti final festival yang sama di kabupaten pada Sabtu (23/8) mendatang.
Pengawas Madrasah Tingkat Dasar Kecamatan Tuban Samsul Huda berharap kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan karakter yang baik pada diri anak, namun juga menanamkan kedisiplinan dan sportif.
‘’Dalam festival ini, anak-anak bisa memahami jika menang atau kalah dalam perlombaan merupakan hal yang biasa,” tutur dia di arena festival.(*)
Editor : Dwi Setiyawan