RADARTUBAN – Pantas saja banyak masyarakat yang bertakon-takon soal bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD).
Ternyata, sampai saat ini memang belum cair. Penyebabnya, pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) yang tak kunjung tuntas.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban Sugeng Purnomo mengatakan, calon keluarga penerima manfaat (KPM) BPNTD pada tahun ini sebanyak 1.536 keluarga.
Namun, bantuan sosial yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ini belum bisa dicairkan lantaran menunggu proses pemutakhiran DTSEN.
‘’DTSEN yang baru dirilis pemerintah pusat masih membutuhkan verifikasi lapangan dan mapping oleh petugas program keluarga harapan (PKH),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dijelaskan Sugeng, verifikasi dilakukan untuk menghindari data atau calon penerima ganda. Sebab, tujuan bansos BPNTD adalah untuk mengkaver keluarga miskin yang belum mendapat bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Karena itu, tegas Sugeng, jangan sampai ada data ganda. Misalnya, satu keluarga menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dari pemerintah pusat dan BPNTD dari pemerintah daerah.
‘’Karena itu, sebelum BPNTD disalurkan, harus ada penyandingan data (antara penerima manfaat BPNT dan BPNTD, Red),’’ jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Camat Kerek itu menyampaikan, BPNTD yang disalurkan pemerintah berupa bantuan beras 10 kilogram (kg) per bulan. Praktis, jika bantuan tersebut diberikan pada Agustus ini, maka total beras yang diterimakan kepada KPM sebanyak 80 kg.
Sebab, sejak Januari lalu belum cair.
‘’Totalnya (hingga Agustus ini, Red) memang 80 kg, tapi bukan berarti langsung diberikan 80 kg beras. Prosesnya, nanti tetap diberikan bertahap, misalnya, bulan depan mulai cair, yang diberikan jatah Januari-Maret, lalu bulan berikutnya, yang diberikan adalah jatah April-Juni. Sisanya—hingga akhir tahun nanti, diberikan setiap bulan,’’ katanya, sehingga bantuan yang diberikan bisa digunakan sesuai kebutuhan.
Lantas, kapan kepastian mulai dicairkan?
Sugeng belum bisa memastikan. Yang jelas, sampai saat ini masih proses verifikasi penyandingan data.
‘’Semoga saja secepatnya, maksimal September nanti sudah bisa mulai pencairan,’’ pungkasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama