RADARTUBAN – Kendati ditinggal para guru dan kepala sekolah untuk mengikuti serangkaian agenda pembekalan akbar di Jakarta sejak Jumat (21/8), para siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban masih tampak bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bersama wali asuh hingga kemarin (22/8).
Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban Vera Khairun Nissa menyampaikan, dirinya bersama 19 guru SR Tuban sejak Jumat (21/8) memenuhi undangan kegiatan pembekalan akbar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta serentak diikuti 2.221 guru dan 154 kepala SR se-Indonesia.
Disampaikan Vera, rangkaian kegiatan pembekalan berlangsung mulai 21-23 Agustus dipimpin langsung Presiden Prabowo.
Sejumlah tokoh juga dijadwalkan mengisi pembekalan, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri PAN-RB Rini Widyantini, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
"Hari ini (kemarin, Red) Presiden memberikan pembekalan, yang salah satunya tentang pembentukan sistem yang solid di lingkungan SR. Sesuai arahan beliau (Presiden Prabowo Subianto, Red), bahwa adanya SR diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,’’ ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Kepala SR asal Kabupaten Rembang itu menegaskan, kendati dirinya bersama belasan guru lainnya memenuhi undangan Presiden, jalannya MPLS di SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban tetap berjalan seperti hari-hari sebelumnya.
"Untuk sementara MPLS akan dihandel wali asuh asrama,’’ ujar dia.
Lebih lanjut dikatakan Vera, kegiatan MPLS masih melanjutkan rangkaian yang sudah terjadwal dari awal.
Selama dihandel wali asuh asrama, para siswa akan mendapatkan materi tanggap bencana, literasi dan penggalian minat bakat.
"Kendati sekarang tidak di Tuban, kami setiap hari tetap memonitoring kegiatan dan aktivitas anak-anak di sekolah maupun asrama,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni