Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tuban Masuk Zona Ageing Population : Lansia Kian Banyak, Generasi Muda Terancam Jadi Sandwich Generation

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:05 WIB
Tuban Resmi Masuk Zona Ageing Population
Tuban Resmi Masuk Zona Ageing Population

RADARTUBAN – Alarm demografi mulai berbunyi di Bumi Wali. Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban mencatat, jumlah penduduk usia lanjut (lansia) di tahun 2024 melonjak signifikan hingga mencapai 17,56 persen.

Angka ini menandai Tuban resmi masuk dalam zona ageing population  alias penuaan penduduk, sebuah fenomena yang berpotensi menggerus kekuatan generasi produktif.

Dibanding tahun 2023 yang masih di angka 16,91 persen, persentase lansia di Tuban naik 0,65 poin.

Kondisi itu berjalan beriringan dengan penurunan jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) dari 69,31 persen menjadi 68,89 persen.

Dari total 1.266.396 jiwa penduduk, tercatat 222.162 orang kini berstatus lansia.

Statistisi Ahli Muda BPS Tuban, Triana Pujilestari, menegaskan bahwa fenomena ini tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Begitu angka lansia menembus 10 persen, sebuah daerah sudah masuk dalam kategori population ageing. Dan Tuban kini sudah jauh melewati batas itu. Artinya pemerintah harus segera melakukan langkah antisipatif,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Lonjakan jumlah lansia, kata Triana, akan berdampak langsung pada kualitas hidup generasi muda.

Sebab, penduduk usia produktif akan menghadapi tekanan ganda, yakni membiayai anak-anak usia non produktif sekaligus menopang kehidupan para orang tua yang sudah tidak bekerja. Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah sandwich generation. 

“Kalau tidak ada solusi, beban finansial akan semakin berat. Tidak hanya di lingkup keluarga, tapi juga bisa menjadi beban ekonomi negara,” tegasnya.

Triana menyatakan, pemerintah daerah harus bergerak cepat dengan menyediakan ruang dan lapangan kerja ramah lansia.

Misalnya, pekerjaan ringan yang tidak menguras energi namun tetap memberi penghasilan. Dengan begitu, warga usia lanjut tetap bisa mandiri secara finansial dan tidak sepenuhnya bergantung pada anak.

Selain itu, generasi produktif juga perlu dipersiapkan sejak dini. Mulai dari perencanaan tabungan, investasi aset, hingga kesiapan mental agar kelak tidak jatuh pada pola ketergantungan.

“Kalau semua dipersiapkan, risiko bertambahnya beban negara di masa depan bisa ditekan,” tambahnya. 

Data Demografi Tuban 2024

Dibanding tahun 2023, jumlah lansia naik hampir 10 ribu orang, sementara kelompok anak-anak justru menurun. Fenomena ini menandakan transisi struktur penduduk yang serius dan perlu penanganan strategis.

“Ini waktunya Tuban menyiapkan kebijakan jangka panjang. Jangan sampai kita terlambat merespons, karena dampaknya bisa meluas ke sosial, ekonomi, hingga kesehatan masyarakat,” pungkas Triana. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #ageing population #penduduk usia lanjut #bps #sandwich generation #Generasi Produktif