RADARTUBAN – Sejak mulai masuk asrama pada 14 Agustus lalu, para siswa sekolah rakyat (SR) di Tuban belum mendapat program makan bergizi gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sejauh ini, kebutuhan makan sehari-hari para siswa masih mengandalkan jasa katering setempat.
‘’Terkait itu (penerimaan MBG di SR, Red) masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan. Untuk saat ini masih menggunakan katering,’’ ungkap Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban Vera Khairun Nissa kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (26/8).
Disampaikan Vera, kendati mengandalkan jasa katering, dirinya memastikan kebutuhan gizi 50 siswa SR terpenuhi. Setiap siswa menerima jatah makan sehari tiga kali: pagi, siang dan malam, serta menerima snack dua kali dalam sehari.
‘’Sampai akhir Agustus masih menggunakan jasa katering, bulan depan (September, Red) masih menunggu arahan pimpinan, apakah masih pakai katering atau sudah menerima MBG,’’ beber Vera.
Lebih lanjut dikatakan Kepala SR asal Kabupaten Rembang itu, terkait kebutuhan makan siswa, dirinya cukup selektif memastikan kelayakan makanan untuk anak didiknya.
‘’Ada satu siswa yang tidak bisa makan telur dan ikan, maka kita berikan asupan gizi dengan menu lainnya,’’ tutur dia.
Kendati kebutuhan konsumsi siswa SR untuk sementara waktu masih mengandalkan jasa katering dan rencana dalam waktu dekat akan dihandel BGN, Vera menuturkan, apabila kebutuhan konsumsi siswa SR dari katering maupun dihandel BGN, sifatnya juga sementara—sampai ada juru masak yang ditugaskan di SR Terintegrasi 18 Tuban, seperti SR di daerah lainnya.
‘’Belum tahu (kepastian juru masak, Red), mungkin pertimbangannya karena lokasinya belum menetap. Semoga ketika sudah menghuni lokasi SR baru sudah ada juru masak,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama