RADARTUBAN-Tak hanya Go Tjong Ping yang mempertaruhkan siap hasil pemilihan pengurus dan penilik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban pada 8 Juni lalu di Resto Ningrat Tuban demi selesainya kemelut di kelenteng.
Vilia Avelina, bendahara kelenteng pun menyampaikan sikap yang sama.
Dia mendukung musyawarah umat beragenda pemungutan suara digelar ulang.
Pernyataan terbuka Vilia tersebut disampaikan dalam video berdurasi 33 detik di akun TikTok @TeguhPrabowo Gunawan.
Ketika menyampaikan statemennya, dia didampingi Tjong Ping dan salah satu kuasa hukumnya.
‘’Kita ulang (hasil pemilihan, Red) tidak apa-apa. Kita kalah pun tidak apa-apa,’’ kata dia berapi-api.
Yang penting, lanjut Vilia, kelenteng Tuban kembali ke orang Tuban.
‘’Seburuk-buruknya orang Tuban, kita masih punya kegiatan. Kalau dipegang orang Surabaya. Tidak ada kegiatan sama sekali,’’ kata dia.
Pengurus terpilih dengan perolehan 19 suara itu kemudian mengeluhkan kondisi kelenteng selama dikelola pengusaha Surabaya.
Keluhan tersebut mulai tidak bisa ikut kirab, tidak bisa mengadakan kirab, dan tidak bisa ulang tahun.
Vilia juga mengungkap kondisi tidak bisa berkunjung ke kelenteng lain.
Keluhan berikutnya, tidak bisa memberikan ucapan selamat ke kelenteng lain dan tidak ada kegiatan sama sekali.
‘’Jadi lebih baik kelenteng kembali ke orang Tuban,’’ tegas dia.
‘’Kita tidak terpilih, ikhlas. Yang penting dipegang orang Tuban,’’ kata dia mengulang pernyataan sebelumnya.
Video dengan latar salah satu rumah makan di Tuban tersebut mendapat komentar dari 196 akun.
Sebagian tanggapan menyampaikan keprihatinan. Salah satunya disampaikan akun @YNWA.
‘’Warga Tuban sangat prihatin atas perselisihan dan perseteruan konflik ini…. Kelenteng Kwan Sing Bio Adalah bagian dan kebanggaan dari Kota Tuban,’’ tulis akun tersebut.
‘’Intinya tempatnya di Tuban yang ngurus juga harus orang Tuban,’’ tulis akun @ayahe_zavier.
Salah satu komen disampaikan akun yang mengaku muslim. ‘’Aku bukan pengikut orang kelenteng, aku muslim, tapi aku meradang kelenteng semakin sepi dan mati, Ce. Ramekan lagi, Ce,’’ tulis akun @ Sulastri Nanda 123.
Sampai berita ini diturunkan pukul 15.50, Soedomo Mergonoto dan Paulus Willy Afandy, dua dari tiga pengelola kelenteng yang dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban terkait pernyataan salah satu pengurus kelenteng di akun TikTok tersebut, belum memberikan tanggapan.(*)
Editor : Dwi Setiyawan