Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Usai MPLS, Siswa Sekolah Rakyat Tuban Jalani Matrikulasi 3 Bulan: Tes DNA Bakat hingga Penguatan Mental

Andreyan (An) • Jumat, 29 Agustus 2025 | 23:55 WIB
Aktivitas para siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban di lapangan lembaga pendidikan setempat, Kamis (22/8).
Aktivitas para siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban di lapangan lembaga pendidikan setempat, Kamis (22/8).

RADARTUBAN – Setelah melewati masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), kini giliran tahap matrikulasi selama tiga bulan yang menanti para siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban.

Program ini menjadi pintu masuk penting bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebelum mereka resmi mengikuti pembelajaran reguler di kelas.

Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nissa, menegaskan bahwa matrikulasi bukan sekadar pengantar akademik.

Lebih jauh, tahap ini berfungsi sebagai proses pemulihan sekaligus penguatan mental dan emosional agar para siswa siap menghadapi dunia belajar di SR.

“Tahap ini untuk mengetahui level kemampuan siswa sekaligus membangkitkan semangat belajar. Anak-anak datang dari latar belakang berbeda, sehingga butuh penguatan sejak awal,” jelas Vera kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dalam matrikulasi, siswa akan mendapatkan pembekalan mencakup penguatan karakter, keagamaan, literasi, dan numerasi.

Menurut Vera, ini menjadi fondasi penting agar setiap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan mental.

“Yang paling penting, anak-anak dipersiapkan untuk menjadi lulusan yang benar-benar memberi kontribusi besar di masyarakat,” tuturnya.

Salah satu hal unik di SR adalah adanya tes talent DNA. Tes ini bertujuan memetakan potensi dan bakat alami tiap siswa. Hasilnya akan menentukan bidang apa yang paling sesuai untuk difokuskan selama masa belajar mereka.

“Setiap anak istimewa. Dengan pemetaan DNA ini, bakat mereka akan lebih mudah diarahkan dan dikuatkan,” tegas Kepala SR yang berasal dari Kabupaten Rembang tersebut.

Pembelajaran Reguler Mulai Desember

Usai melewati matrikulasi tiga bulan, pembelajaran reguler di kelas baru akan dimulai sekitar Desember mendatang.

Kurikulumnya tetap mengacu pada standar pendidikan nasional, baik jenjang SMP maupun SMA, sehingga para siswa tetap mendapat pengalaman belajar yang setara dengan sekolah formal lainnya.

Vera berharap, kombinasi MPLS, matrikulasi, serta pembelajaran reguler akan menjadikan siswa SR sebagai generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap mengangkat martabat keluarga maupun daerahnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #Siswa Sekolah Rakyat #mpls #Matrikulasi