Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari 328 Koperasi Desa Merah Putih di Tuban, Baru Lima yang Siap Beroperasi dengan Usaha Sembako hingga Pertanian

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 31 Agustus 2025 | 23:05 WIB
Ilustrasi Koperasi Merah Putih.
Ilustrasi Koperasi Merah Putih.

RADARTUBAN – Meski telah diresmikan secara serentak pada akhir Juli lalu, ternyata belum semua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Tuban beroperasi.

Hingga akhir Agustus, dari 328 koperasi desa se-Kabupaten Tuban, baru tiga yang benar-benar beroperasi. Sementara lainnya masih berkutat pada urusan penyelesaian administrasi dan persiapan.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Abdul Afif menyebut, tiga koperasi yang mulai beroperasi itu, yakni Kopdes Pucangan di Kecamatan Montong, Kopdes Rengel, Kecamatan Rengel, dan Kopdes Karangagung, Kecamatan Palang.

Sementara kopdes di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek dan Rayung, Kecamatan Senori masih dalam tahap persiapan membuka usaha.

"Baru lima koperasi yang sudah mulai berjalan, sedangkan 323 lainnya masih dalam tahap proses penyelesaian administrasi yang belum semuanya rampung, pengurusan NPWP baru selesai 81 persen dan NIB belum maksimal,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Tiga koperasi tersebut diketahui telah bergerak pada bidang jual beli sembako sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

Sedangkan, Kopdes Karanglo tengah dalam tahap merintis usaha dan Kopdes Rayung berada di tahap penyiapan infrastruktur untuk memulai unit usahanya.

"Tampaknya Kopdes Rayung akan mengarah ke bidang usaha pergudangan hasil pertanian masyarakat,” lanjutnya.

Afif menyebut, dalam etape kedua yang mengarah pada operasionalisasi dan pengembangan kopdes akan dilakukan pembinaan dan pendampingan dengan memilih satu koperasi di masing-masing kecamatan sebagai percontohan.

Nantinya, koperasi yang terpilih akan didampingi secara intensif agar dapat menjadi contoh dan rujukan dari kopdes di desa-desa sekitarnya.

Dia menambahkan, jika unit usaha yang dijalankan baru sebatas jual beli sembako. Sedangkan, untuk unit usaha lainnya masih dipersiapkan, termasuk unit usaha apotek dan klinik kopdes merah putih.

"Untuk unit usaha kesehatan tersebut terdapat syarat khusus dari kementerian kesehatan yang harus dipenuhi dan masih dalam komunikasi dengan dinas kesehatan. Juga masih menunggu juknisnya,’’ terang dia. Pihaknya menargetkan, hingga akhir tahun nanti seluruh kopdes di Tuban sudah harus beroperasi.

"Minimal ada satu usaha yang dijalankan oleh kopdes, entah itu jual beli sembako atau usaha lain yang sesuai dengan potensi masing-masing desa,” tandas Afif. (saf/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Koperasi Desa Merah Putih #sembako #diskopumdag #Rengel #KDMP