Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pertumbuhan Ekonomi Tuban Triwulan I 2025 Melambat, Sektor Sekunder Masih Jadi Penopang Utama PDRB Daerah

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 31 Agustus 2025 | 23:35 WIB
Listrik jadi salah satu sektor penopang terbesar perekonomian Tuban
Listrik jadi salah satu sektor penopang terbesar perekonomian Tuban

RADARTUBAN ­– Sekilas, perekonomian di Kabupaten Tuban tampak baik-baik saja, bahkan terkesan tumbuh.

Namun, ternyata perekonomi di Kota Legen pada triwulan satu 2025 mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama 2024.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban pada tiga bulan pertama 2025 tercatat 1,59 persen.

Mengalami perlambatan 1,05 persen dari triwulan pertama 2024 sebesar 2,64 persen, dengan produk domestik regional bruto yang dihitung atas dasar harga konstan (PDRB ADHK) sebanyak Rp 13,59 triliun.

Dari jumlah tersebut, sektor sekunder masih menjadi penopang utama perekonomian di Tuban.

Pada triwulan pertama 2025, sektor yang mencakup industri pengolahan; pengadaan listrik dan gas; pengadaan air dan pengelolaan limbah; dan konstruksi menyumbang 41,21 persen terhadap struktur PDRB.

"Pada triwulan pertama, ada beberapa fenomena seperti pelaksanaan proyek ataupun konstruksi. Hal tersebut semakin menunjang pertumbuhan pada sektor ini selain pengolahan yang dilakukan oleh perusahaan besar yang ada di Tuban,’’ terang Statistisi Ahli Muda Triana Pujilestari kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Meski menjadi menyumbang tertinggi pada tiga bulan pertama 2025, sektor sekunder tercatat melambat 2,1 persen dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5 persen.

Sementara itu, sektor primer yang meliputi pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan, serta penggalian menjadi penyumbang PDRB terkecil, tapi justru yang menunjukkan pertumbuhan paling banyak dibanding sektor-sektor lainnya.

Tercatat, pada triwulan satu 2025 sebesar 8,48. Tumbuh 0,24 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 8,24 persen.

"Pertumbuhan ini memungkinkan adanya peningkatan pada hasil pertanian dan perikanan di Tuban, terlebih industri pertanian di Tuban sangat potensial,” imbuh Triana.

Sementara itu, pada sektor tersier yang meliputi semua sektor jasa maupun pelayanan, tercatat cenderung stabil berada di angka 5,69. Meskipun melambat 0,77 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 6,46 persen.

"Proyek seperti angkutan Si Mas Ganteng, peningkatan fasilitas publik lain, dan penginapan baru menunjang pertumbuhan di sektor ini,’’ lanjutnya.

Dengan struktur ekonomi yang masih ditopang oleh sektor industri, dilanjutkan dengan pertumbuhan pada sektor pertanian dan stabilnya sektor jasa, prospek perekonomian Tuban pada triwulan satu 2025 dinilai cukup menjanjikan.

"Jika tren positif ini dapat dipertahankan, atau bahkan ditingkatkan pada triwulan selanjutnya, seharusnya pertumbuhan ekonomi di Tuban pada akhir tahun nanti bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” pungkasnya. (saf/tok)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #perekonomian #bps #sektor sekunder #ekonomi kabupaten Tuban