RADARTUBAN – Penampilan SMAN 3 Tuban sukses memukau ribuan penonton Tuban Specta Night Carnival 2025.
Tampilkan kreativitas dengan tema Mitos Goa Ngerong dan Ikan Gaib, siswa dan pendidik SMAGA tampil dengan menyuguhkan pertunjukan teatrikal yang sarat nilai budaya lokal khas Bumi Ronggolawe.
Tampilan dibuka dengan penari yang menggambarkan karakter air, ikan, dan kelelawar.
Mereka menjadi simbol penghuni Goa Ngerong yang selama ini dikenal masyarakat Tuban, khususnya di Kecamatan Rengel.
Setelah itu, rombongan menghadirkan prajurit serta tokoh utama Raden Arya Pangah bersama Dewi Laras.
Foto-foto selengkapnya di sini...
Puncaknya, tokoh Raden Arya Pangah tampil gagah di samping sapi tunggangannya, Lembu Andini.
Sementara Dewi Laras ditampilkan anggun dengan binatang peliharaannya, ikan dan bulus.
Semua unsur diperkuat dengan kostum warna-warni serta properti yang khas, menjadikan barisan SMAN 3 Tuban terlihat atraktif sepanjang jalur karnaval.
‘’SMAN 3 Tuban mengangkat cerita rakyat Goa Ngerong yang tidak hanya populer di Tuban, tapi juga sarat pesan moral. Anak-anak kami tampilkan dengan penuh semangat agar penonton bisa merasakan nilai perjuangan, keberanian, hingga kesetiaan dari tokoh Raden Arya Pangah,” tutur Kepala SMAN 3 Tuban Anik Sulistyowati, M.Pd.
Legenda Goa Ngerong sendiri berkisah tentang Raden Arya Pangah yang memiliki kesaktian luar biasa.
Dengan tongkatnya, dia berhasil memunculkan air di wilayah Gumenggeng yang mengalami kekeringan panjang, hingga menjadikannya subur kembali.
Selain itu, tokoh tersebut juga digambarkan sebagai pelindung Dewi Laras dari ancaman makhluk jahat yang ingin menguasai kekuatan magis goa.
Pesan moral dari kisah ini pun diselipkan oleh SMAN 3 Tuban dalam parade budaya kali ini.
‘’Kami ingin mengajak seluruh warga Tuban untuk lebih menghargai alam, menjaga keseimbangan hidup, sekaligus meneladani sikap berani, setia, dan penuh pengabdian sebagaimana yang dicontohkan Raden Arya Pangah,” ungkap pendidik wanita ini.
Pertunjukan ditutup dengan pekikan semangat kemerdekaan dari para peserta. Serentak mereka mengucap: “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80, Merdeka!” yang disambut tepuk tangan meriah penonton. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama