Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

SMAN 5 Tuban Hadirkan Kisah Dewi Wana Pramesti dan Tarian Ketek Ogleng di Tuban Specta Night Carnival 2025

Yudha Satria Aditama • Selasa, 2 September 2025 | 01:45 WIB

 

Tarian Ketek Ogleng dari SMAN 5 Tuban memancarkan energi magis, menghidupkan pesan kecintaan terhadap lingkungan.
Tarian Ketek Ogleng dari SMAN 5 Tuban memancarkan energi magis, menghidupkan pesan kecintaan terhadap lingkungan.

RADARTUBAN – Ratusan pasang mata penonton Tuban Specta Night Carnival 2025 terpukau dengan penampilan spektakuler dari SMAN 5 Tuban.

Megusung tampilan bertajuk Dewi Wana Pramesti dan Tarian Ketek Ogleng, rombongan SMALA (sebutan SMAN 5 Tuban) menyuguhkan cerita penuh filosofi tentang harmoni alam, keberanian, dan persatuan.

Penampilan carnival diawali dengan suasana damai di Hutan Rengel. Para penari menampilkan gerakan lembut yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang sejahtera di bawah kepemimpinan Dewi Wana Pramesti.

Sang putri digambarkan arif dan bijaksana, menjaga keseimbangan antara manusia, hewan, dan pepohonan.

Namun ketentraman itu terusik saat muncul Raksasa Rimba.

Foto-foto selengkapnya di sini...

Dengan gerakan beringas, tokoh raksasa diperankan penari berbadan besar dengan kostum seram, menebar ketakutan sambil merusak pepohonan yang menjadi properti di sepanjang parade.

Puncak atraksi terjadi ketika muncul Wira, seekor monyet sakti, bersama pasukan setianya yang dikenal dengan Ketek Ogleng.

Dengan kostum khas dan gerakan dinamis, pasukan ini menarikan ritual sakti yang menggambarkan doa, mantra, dan energi gaib.

Tariannya penuh hentakan, memancarkan kekuatan, hingga digambarkan mampu meluluhlantakkan kesombongan Raksasa Rimba.

Kepala SMAN 5 Tuban Abdul Aziz, M.Pd. mengatakan cerita rakyat yang diusung para siswa didiknya itu menceritakan tentang filosofi kehidupan.

‘’Kami ingin menghadirkan pesan bahwa menjaga alam adalah bentuk pengabdian kita kepada kehidupan. Lewat cerita rakyat ini, para peserta didik menampilkan semangat keberanian, persatuan, sekaligus kecintaan terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Usai kemenangan Wira dan pasukan Ketek Ogleng, hutan kembali hijau. Penari menutup atraksi dengan gerakan harmoni.

Seakan mengajak penonton untuk bersama-sama melestarikan alam.

‘’Selain tontonan, ini juga tuntunan. Kami berharap masyarakat bisa terinspirasi untuk lebih peduli terhadap keseimbangan hidup dengan alam,” tambah Aziz.

Penampilan lembaga pendidikan yang menjadi juara 1 Tuban Specta Night Carnival 2024 itu pun menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian malam itu.

Gerakan energik para penari, iringan musik khas, hingga visual kostum yang detail membuat tampilan ini terasa hidup, sekaligus meninggalkan pesan moral yang dalam. (yud)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#raksasa #Tuban Specta Night Carnival 2025 #keberanian #persatuan #Rengel