Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengelola TITD Kwan Sing Bio Tuban Bantah Tudingan Bendahara Kelenteng terkait 3 Tahun tanpa Kegiatan: Omong Kosong, Memutar Balik

Dwi Setiyawan • Selasa, 2 September 2025 | 17:51 WIB
Soedomo Mergonoto (kiri) berdialog dengan tokoh TITD Kwan Sing Bio Tuban Gunawan Putra Wirawan (kanan) dan Pepeng Putra Wirawan bersama istri.
Soedomo Mergonoto (kiri) berdialog dengan tokoh TITD Kwan Sing Bio Tuban Gunawan Putra Wirawan (kanan) dan Pepeng Putra Wirawan bersama istri.

RADARTUBAN-Soedomo Mergonoto, salah satu dari tiga pengelola Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban merespons video statemen Vilia Avelina, bendahara kelenteng di akun TikTok @TeguhPrabowo Gunawan.

Salah satu materi pernyataan yang ditanggapi adalah terkait tidak ada kegiatan di tempat ibadahnya selama tiga tahun dikelola pengusaha Surabaya.

‘’Ini omong kosong memutar balik pihak Surabaya.’’

Itulah kalimat pertama pada tanggapan tertulis Soedomo yang dikirim melalui pesan WhatsApp (WA) Jawa Pos Radar Tuban, Selasa (2/9) pukul 07.29.

Statemen tersebut sekaligus merespons konfirmasi media ini yang dikirim Kamis (28/8) pukul 15.35 atau lima hari lalu, sesaat setelah video pernyataan bendahara kelenteng itu diunggah.

Soedomo mengatakan, tiga tahun berturut-turut diselenggarakan kegiatan besar HUT kelenteng (ulang tahun Kongco Kwan Sing Tee Koen, Red).

Acaranya yang berlangsung selama dua hari, tulis Soedomo, mengundang semua kelenteng di Jatim.

Juga memberitahukan kepada para umat yang biasanya datang.

Konsul Kehormatan Republik Polandia di Surabaya itu  menyampaikan, jika ada undangan dari kelenteng-kelenteng lain, TITD Kwan Sing Bio Tuban juga selalu memberikan sumbangan.

Hanya saja, karena mobil (inventaris, Red) kelenteng rusak, kendaraan tersebut tidak bisa dipakai umat yang hendak menghadiri undangan.

CEO PT Kapal Api Global itu lebih lanjut menyatakan, selama tiga tahun mengelola kelenteng, pengelola Surabaya sudah melakukan perombakan sejumlah fasitas tempat ibadah Konghucu, Tao, dan Buddha tersebut.

Mulai perbaikan toilet dan pengadaan tempat tidur yang layak. Perbaikan berikutnya, membersihkan semua gedung, taman, dan lainnya.

Seperti diberitakan, Vilia Avelina, bendahara kelenteng pada video pernyataan berdurasi 33 detik di akun TikTok @TeguhPrabowo Gunawan menyatakan mendukung musyawarah umat beragenda pemungutan suara digelar ulang.

‘’Kita ulang (hasil pemilihan, Red) tidak apa-apa. Kita kalah pun tidak apa-apa,’’ kata dia berapi-api.

Yang penting, lanjut Vilia, kelenteng Tuban kembali ke orang Tuban.

‘’Seburuk-buruknya orang Tuban, kita masih punya kegiatan. Kalau dipegang orang Surabaya. Tidak ada kegiatan sama sekali,’’ kata dia.

Pengurus terpilih dengan perolehan 19 suara itu kemudian mengeluhkan kondisi kelenteng selama dikelola pengusaha Surabaya.

Keluhan tersebut mulai tidak bisa ikut kirab, tidak bisa mengadakan kirab, dan tidak bisa ulang tahun.

Vilia juga mengungkap kondisi tidak bisa berkunjung ke kelenteng lain.

Keluhan berikutnya, tidak bisa memberikan ucapan selamat ke kelenteng lain dan tidak ada kegiatan sama sekali.

‘’Jadi lebih baik kelenteng kembali ke orang Tuban,’’ tegas dia.

‘’Kita tidak terpilih, ikhlas. Yang penting dipegang orang Tuban,’’ kata dia mengulang pernyataan sebelumnya.(*) 

 

Editor : Dwi Setiyawan
#Kapal Api Global #TITD Kwan Sing Bio Tuban #Konsul Kehormatan Indonesia di Polandia #soedomo mergonoto #kelenteng