RADARTUBAN - Arus deras, dayung yang menghantam air, dan adrenalin yang berpacu seakan menjadi hal lumrah bagi Brillian Astiananta Bukhori. Remaja asal Desa Glodog, Kecamatan Palang ini telah jatuh hati pada olahraga arung jeram.
Bagi Brilin, setiap jeram bukan hanya sekadar rintangan, melainkan tantangan yang membuatnya semakin bersemangat.
Saat pertama kali bergabung dengan organisasi pecinta alam Cakra Buana, siswi MAN 1 Tuban ini merasakan sensasi menaklukan aliran sungai.
‘’Arung jeram itu penuh tantangan, seru, sekaligus melatih kerja sama tim. Meski tidak jarang jatuh dan terseret arus, justru aku semakin tertantang melakukan olahraga ini,” ungkapnya.
Sayangnya, di Tuban membuatnya tidak bisa berlatih di sungai-sungai berarus deras, sehingga latihan biasanya hanya dilakukan di perairan yang tenang.
Kondisi itu membuat Brilin bersama tim kerap pergi ke luar kota demi menemukan sungai dengan jeram yang sesuai standar.
Meski tergolong baru dalam menekuni olahraga yang tergolong ekstrem, gadis 17 ini sudah menorehkan prestasi.
Salah satunya, dirinya bersama tim berhasil meraih peringkat ketiga dalam ajang Porprov IX Jawa Timur 2025 untuk kategori Down River Race (DRR) R6 Putri. Prestasi itu menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi semangatnya.
Menurut gadis berzodiak Capricorn ini, arung jeram mengajarkan kedisiplinan, kerja sama yang intens, dan keberanian dalam menghadapi tantangan.
Nilai-nilai itu pula yang membuatnya mampu mengatur waktu di tengah kesibukannya sebagai pelajar kelas 11.
Brilin sering memanfaatkan waktunya di sore dan malam hari untuk latihan fisik dan akhir pekan dipenuhi dengan agenda latihan yang lebih intensif bersama tim.
‘’Aku memang lebih tertarik dengan olahraga ekstrem dan jarang dilakukan banyak orang, rasanya lebih menantang dan ekslusif karena tidak semua orang berani dan bisa,” katanya.
Dia mengaku, sejak kecil dirinya tumbuh dengan rasa ketertarikan terhadap olahraga yang mengajarkan ketangguhan, kedisiplinan, dan juga semangat juang.
‘’Aku ingin jadi atlet yang tangguh dan berprestasi. Rasanya bangga kalau bisa membawa nama daerah sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti berjuang,” tandasnya. (saf)
Editor : Yudha Satria Aditama