RADARTUBAN- Dunia modeling kini semakin banyak diminati kalangan muda, tak terkecuali di Bumi Wali.
Salah satunya Zahra Bilqis Harfianingsih, remaja asal Desa Compreng, Kecamatan Widang, yang mantap menekuni dunia catwalk meski usianya baru 16 tahun.
Awal Mula: Ingin Percaya Diri
Ketertarikan Zahra berawal dari keinginannya untuk lebih percaya diri di lingkungan sosial.
Baginya, modeling bukan sekadar tampil berlenggak-lenggok di panggung, tetapi juga membuka kesempatan untuk bertemu dengan orang kreatif dari berbagai bidang.
“Aku ingin bisa mengekspresikan diri sekaligus memperluas wawasan tentang industri fashion lewat modeling,” ungkap siswi MAN 1 Tuban itu.
Baca Juga: Dian Azzahrah, Siswi MAN 1 Tuban yang Bermimpi Jadi Penulis Hebat
Belajar dari Nol
Meski sempat minder karena kurang pengalaman, Zahra tetap berusaha serius menekuni dunia yang baru dikenalnya.
Ia mempelajari dasar-dasar modeling, mulai dari teknik berjalan, cara berpose, hingga etika profesional.
“Alhamdulillah sekarang lebih percaya diri, meski aku baru beberapa bulan terjun di bidang ini,” katanya.
Catwalk Pertama
Dalam perjalanannya, Zahra sudah tampil di sejumlah ajang, seperti Tuban Kebaya Festival dan Tuban Specta Night Carnival.
Setiap kesempatan di panggung menjadi pengalaman berharga sekaligus latihan meningkatkan keterampilan.
Momen paling berkesan baginya adalah ketika desainer puas melihat karyanya dibawakan dengan baik.
“Rasanya bangga ketika bisa bikin orang lain senang dengan hasil kerjaku,” ucap gadis berzodiak Gemini itu.
Antara Sekolah dan Karier
Meski sudah menorehkan pengalaman, Zahra sadar bahwa dunia modeling menuntut disiplin tinggi.
Ia harus pandai membagi waktu antara sekolah dan kegiatan modeling.
“Sekolah tetap prioritas, tapi aku optimis bisa belajar dan meniti karier lebih jauh di modeling. Semoga bisa dikenal lebih luas lagi,” tandasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni