RADARTUBAN – Entah apa yang ada dalam benak Sri Utami, 32, wanita asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban hingga secara sadar melukai tubuhnya sendiri.
Ibu muda itu bahkan nekat bersandiwara di depan polisi melayangkan laporan palsu seolah-olah menjadi korban pembegalan.
Berbekal luka pada sejumlah tubuhnya itu guna meyakinkan polisi, Sri Utami mendatangi Satreskrim Polres Tuban untuk melapor lantaran telah kehilangan sepeda motor setelah menjadi korban pembegalan di Jalan Pramuka pada 1 September lalu.
Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tuban Ipda Mochammad Rudi mengungkapkan, setelah melakukan penyelidikan mendalam selama 13 hari melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan bukti-bukti lainnya ada beberapa kejanggalan yang ditemukan.
‘’Setelah berkali-kali kami periksa, yang bersangkutan (Sri Utami, Red) akhirnya mengakui jika laporan yang dilaporkannya itu merupakan laporan palsu. Faktanya sepeda motornya telah digadaikan,’’ beber dia kepada awak media, kemarin (14/9).
Disampaikan Kanit Jatanras tersebut, sebelumnya yang bersangkutan itu masih ada kewajiban membayar angsuran dari pihak leasing sepeda motor.
Pelaku membuat laporan palsu untuk menghindari cicilan yang menjeratnya.
Namun, pelaku malah menggadaikan kendaran matik miliknya untuk mendapatkan uang.
Modus sandiwara begal ini dilakukan untuk menutupi keberadaan sepeda motor yang telah digadaikan tersebut.
Untuk meyakinkan aksinya itu, buruh pabrik rokok itu nekat membenturkan kepalanya dengan batu dan melukai tangannya menggunakan cutter.
Bahkan sempat berpura-pura pingsan untuk menarik simpati warga sekitar pada waktu itu.
‘’Setelah kejadian itu, yang bersangkutan sempat menghubungi pihak leasing Adira Finance untuk meyakinkan bahwa sepeda motornya hilang dibawa begal. Dari pengakuannya, aksi yang dijalankan ini juga tidak diketahui suaminya,’’ jelas Rudi.
Sri Utami akhirnya diamankan polisi di kediamannya pada Sabtu (13/9) malam tanpa perlawanan. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama