Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dana Desa Tahap Dua Tuban Molor, Proyek Fisik Dikaver Dana Talangan

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 17 September 2025 | 03:20 WIB

 

Ilustrasi Dana Desa.
Ilustrasi Dana Desa.

RADARTUBAN – Untung saja tidak ada dinas yang menangani khusus kades-kades sambat.

Belum kelar dibikin pusing soal penggunaan dana desa (DD) maksimal 30 persen sebagai jaminan terakhir pinjaman kredit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ke bank himbara.

Kini, kades-kades di Tuban kembali diresahkan dengan DD tahap dua yang tak kunjung cair.

Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Tuban Suhadi mengatakan, semestinya DD tahap dua sudah cair Agustus lalu.

Namun hingga memasuki minggu kedua September ini masih tak kunjung ada kejelasan.

‘’(DD, Red) tahap satu molor, sekarang molor lagi,’’ keluhnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (15/9).

Keterlambatan pencairan DD yang terus berulang ini, terang Suhadi, membuat hampir semua kades di Tuban pusing. Pasalnya, kebutuhan operasional desa terus berjalan.

‘’Mau tidak mau, kades harus cari utangan,’’ ujarnya blak-blakan.

Disampaikan Suhadi, jika sistem pencairan DD di Tuban tidak kunjung ada perbaikan, maka selamanya akan terus molor.

‘’Karena tahap satu molor, maka laporan untuk pencairan DD tahap dua jadi ikut molor. Kalau seperti ini terus, ya molor terus,’’ ujarnya.

Sehingga membuat kerja-kerja pemerintah desa tidak optimal. Jangankan optimal, untuk berpikir tenang—menjalankan tugas dan tanggung jawab saja tidak bisa.

Lebih lanjut, Kades Sumberejo, Kecamatan Rengel mengatakan, jika kondisi seperti ini terus berlanjut, maka pengerjaan proyek fisik yang didanai dari DD terancam molor.

Terpisah, Kades Mandirejo, Kecamatan Merakurak Supriyanto mengaku hanya bisa pasrah dengan molornya pencairan DD tahap dua tersebut.

‘’Bagaimana tidak molor, wong pencairan tahap satu sudah molor,’’ katanya.

Sebagai solusi agar proyek yang sudah rencanakan menggunakan DD tidak molor, sebagian desa menggunakan dana talangan terlebih dahulu.

Baik menggunakan dana pribadi kepala desa atau utang ke toko bangunan.

‘’Nanti saat DD sudah cair, semua langsung dibayarkan,’’ tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban Sugeng Purnomo tak kunjung bisa dikonfirmasi terkait pencairan DD tahap dua yang molor tersebut. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Cari utangan #pkdi #bank Himbara #KDMP