RADARTUBAN – Warga Tuban kini bisa menikmati ruang publik yang lebih hidup dan ramah digital.
Tidak hanya jadi tempat bersantai, tujuh titik ruang publik kini sudah dilengkapi fasilitas WiFi gratis berkat gebrakan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
Kehadiran internet gratis ini menjadi bagian dari upaya pemkab mendorong keterbukaan akses digital bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi, Informartika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban, Sumarno menuturkan saat ini tujuh lokasi ruang publik yang sudah dipasangi WiFi gratis adalah GOR Rangga Jaya Anoraga, Taman Abhipraya, Taman Abirama, Alun-Alun Tuban, RTH Singgahan, RTH Jatirogo, dan Masjid Agung Tuban.
“Ruang publik lainnya seperti Taman Kapur masih belum ada rencana pemasangan dalam waktu dekat. Kami prioritaskan dulu titik-titik yang ramai didatangi warga setiap hari,” jelasnya.
Baca Juga: Gor Rangga Jaya Anoraga Masih Menjadi Ruang Publik Paling Ramai di Tuban, Ternyata Ini Alasannya
Fasilitas WiFi Memiliki Kecepatan 5 Mbps
Sumarno menyebut, fasilitas WiFi di ruang publik memiliki kecepatan 5 Mbps, cukup untuk digunakan sekitar 60 orang secara bersamaan.
“Kalau dipakai lebih dari itu, tentu akses akan melambat,” katanya.
Tidak hanya ruang publik, fasilitas WiFi berkecepatan lebih tinggi (hingga 50 Mbps) juga tersedia di seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD), 20 kecamatan, 33 puskesmas, dan perpustakaan daerah.
Anggaran untuk penyediaan layanan internet publik ini menelan biaya sekitar Rp 2,3 miliar.
Jadikan Tuban Daerah Inklusif dan Melek Digital
Langkah ini sejalan dengan visi Bupati Tuban Mas Lindra menjadikan Tuban sebagai daerah yang inklusif dan melek digital.
Menurutnya, internet gratis di ruang publik bukan hanya memudahkan komunikasi, tapi juga menunjang pembelajaran, aktivitas UMKM, dan kreativitas anak muda.
"Pemerintah ingin masyarakat Tuban bisa merasakan manfaat langsung dari transformasi digital,” tegas Sumarno.
Tidak jarang, lanjutnya, terlihat pelajar dan mahasiswa memanfaatkan fasilitas ini untuk mengerjakan tugas.
“Itu artinya ruang publik kita kini bukan hanya jadi tempat duduk santai, tapi juga tempat belajar, berdiskusi, bahkan berkolaborasi,” tandasnya.
Gebrakan ini membuat ruang publik di Tuban semakin representatif, bukan sekadar taman atau lapangan terbuka.
Akses internet gratis yang dikelola pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi jembatan digital bagi masyarakat, sekaligus mendukung target literasi digital yang digaungkan pemerintah pusat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni