RADARTUBAN – Peringatan keras bagi warga Tuban: penyakit gagal ginjal kini tidak lagi hanya menyerang lansia.
Data terbaru dari RSUD dr. R. Koesma mengungkap fenomena mengkhawatirkan — ratusan pasien gagal ginjal kini didominasi kelompok usia produktif, bahkan ada yang baru berusia 15 tahun.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. R. Koesma, dr. Erwin Era, menyebutkan jumlah penderita gagal ginjal di Tuban jauh dari kata aman.
Bahkan, angka yang terdata saat ini kemungkinan hanya puncak gunung es.
“Seharusnya tidak ada penderita gagal ginjal di bawah 30 tahun. Tapi kenyataannya, 17 pasien kami masih berusia di bawah 30 tahun. Mereka yang cuci darah itu sudah mengalami kerusakan ginjal 70–80 persen,” ungkap Erwin saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban.
Data Pasien Gagal Ginjal Bikin Merinding
Berdasarkan data RSUD Koesma, kelompok usia 51–60 tahun mendominasi dengan 105 pasien, disusul usia 41–50 tahun (75 pasien), usia 60 tahun ke atas (44 pasien), 31–40 tahun (37 pasien), dan 17 pasien di bawah 30 tahun.
Lebih miris lagi, pasien cuci darah termuda masih berusia 15 tahun. Dari analisa medis, penyebab utamanya adalah kebiasaan konsumsi minuman manis kemasan sejak kecil.
Pola Makan Jadi Biang Kerok
Fenomena ini, menurut Erwin, erat kaitannya dengan pola hidup yang serba instan.
“Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan garam jadi pemicu utama. Kalau intensitasnya sering, satu-dua tahun ke depan bisa gagal ginjal,” ujarnya.
Erwin menambahkan, kasus pada lansia biasanya dipicu penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes.
Sementara pada usia muda, kerusakan ginjal lebih banyak disebabkan pola makan yang buruk.
Selain itu, penggunaan obat antinyeri tanpa resep dokter dan faktor genetik juga bisa memperparah kondisi ginjal, meski kasusnya lebih jarang.
Ancaman Lonjakan Pasien
Erwin mengingatkan, bila kebiasaan buruk ini tidak diubah, lima tahun mendatang jumlah pasien gagal ginjal di Tuban bisa melonjak drastis.
“Kalau tidak diperhatikan, bukan tidak mungkin ruang hemodialisa akan penuh oleh pasien usia muda,” tandasnya.
Untuk pasien stadium awal (1–4), penanganan masih bisa dilakukan dengan obat-obatan.
Namun begitu masuk stadium 5, cuci darah menjadi satu-satunya jalan untuk menyaring racun yang sudah tidak mampu diproses oleh ginjal.
Imbauan Keras untuk Warga Tuban
Dokter yang juga pemilik Klinik Keluarga Era Sehat itu meminta warga Tuban lebih bijak mengatur pola makan. Kurangi konsumsi makanan cepat saji, minuman manis kemasan, serta perbanyak air putih.
“Ini bukan lagi soal gaya hidup, tapi soal menyelamatkan masa depan generasi muda Tuban dari ancaman gagal ginjal,” pungkasnya. (*)