RADARTUBAN- Karakter kucing selalu jadi pilihan Rana Aqila Humaira saban menggambar.
Termasuk saat mengikuti final Festival Menggambar dan Mewarnai dari Bentuk Geometri Jawa Pos Radar Tuban, Sabtu (6/9) lalu.
Karakter hewan berkaki empat dengan bulu lembut itu membawanya meraih juara 1 kategori RA A.
Waktu menunjukkan pukul 07.15 ketika Rana Aqila Humaira pertama kali sampai di Tuban Abhirama. Didampingi orang tuanya, dia bergegas menuju lokasi perlombaan.
Meski datang agak siang dan hampir terlambat, bocah yang akrab disapa Aqila itu memilih baris paling depan. Saat perlombaan dimulai, dia langsung fokus pada pola geometri di depannya.
Seketika itu, imajinasinya langsung kembali pada suasana alam sekitar rumahnya yang dipenuhi pepohonan dan kucing yang suka berkeliaran.
Dengan penuh keyakinan, dirinya langsung mengambil spidol hitam, lalu merangkai dan menggambar pola geometri dari segitiga, persegi, dan lingkaran menjadi suasana lingkungan rumah.
Pola-pola geometri itu membentuk bangunan rumah, jalan, dan kucing yang sedang bermain dengan katak. Ditambah pewarnaan yang apik, menunjukkan suasana lingkungan yang hidup.
Setelah selesai, anak dari pasangan Nissa Alfionita dan M. Saiful ini pun menunggu dengan tenang pengumuman dari dewan juri.
Sempat putus asa karena namanya tak kunjung disebut dewan juri saat mengumumkan juara 3 dan 2 kategori RA A, namun tidak disangka, ternyata malah juara satu.
“Juara 1 kategori RA A diraih atas nama… Rana Aqila Humaira,” kata perwakilan dewan juri di hadapan ratusan peserta.
Seketika itu, Aqila bersama kedua orang tuanya dan guru pendamping langsung kegirangan.
"Alhamdulillah Umi, kakak menang…,’’ ujar Aqila sambil melompat-lompat karena saking senangnya.
Siswi RA Manbail Futuh, Kecamatan Jenu ini pun langsung lari ke panggung utama untuk menerima hadiah. Wajah ceria terus terpancar dari gadis kelas A tersebut.
Ibunda Aqila, Nissa Alfionita mengaku tidak membayangkan putrinya bakal meraih juara, apalagi juara 1. Sebab, persiapan sebelum final cukup minim, bahkan terbilang santai.
"Malahan, malam sebelum lomba sempat ikut lihat pengajian. Jadi, malam itu sama sekali tidak ada persiapan. Katanya, yang penting berdoa,’’ ujarnya mengenang perkataan anaknya yang polos itu.
Dengan hasil yang diraih putrinya tersebut, Nisa sangat bersyukur. Terlebih, sebelumnya sempat pesimistis lantaran jumlah pesertanya sangat banyak dan.
"Alhamdulillah, doa anak saya terkabul—meraih juara 1,’’ katanya bersyukur. (*/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni