RADARTUBAN – Publik masih dibuat penasaran oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky soal siapa yang bakal menakhodai Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP).
Meski tiga nama kandidat terbaik sudah diumumkan sejak 27 Agustus lalu, hingga kini kursi panas eselon II itu belum juga terisi.
Tiga nama yang sudah masuk “finalis” lelang jabatan adalah Anton Tri Laksono (Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setda), Danang Tri Nohandono (Sekretaris Bapperida), dan Handrijanto (Kabag Perekonomian dan SDA Setda).
Namun, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu memilih tetap bungkam soal siapa yang akan diputuskan.
“Belum saya pilih, nanti pasti akan ada kejutan,” tegas Mas Lindra dengan senyum penuh teka-teki.
“Arahan dari pusat jelas, kita harus bikin kejutan-kejutan supaya kinerja bisa semakin bagus,” lanjutnya.
Mas Lindra bahkan memberi sinyal bahwa yang sedang diproses bukan hanya jabatan Kepala DLHP.
“Apakah yang dilelang hanya DLHP saja? Bisa jadi yang lain juga sudah tahapannya beres. Mungkin teman-teman media yang belum tahu saja,” tuturnya sambil tersenyum.
Pilih Sosok Muda atau Senior?
Sikap bupati yang memilih “main rahasia” ini menambah bumbu politik birokrasi di Bumi Wali.
Publik pun makin menduga-duga, apakah bupati dua periode itu akan memilih sosok muda untuk akselerasi kinerja, atau justru memilih yang senior untuk menjaga pengalaman di sektor lingkungan dan perhubungan.
Sayangnya, kapan nama itu akan diumumkan juga masih misterius. “Tunggu tanggal mainnya,” ucap Mas Lindra singkat.
Langkah ini seakan memperlihatkan gaya kepemimpinan Bupati Tuban yang kerap mengemas kebijakan dengan elemen kejutan.
Plus-Minus Tiga Kandidat
Jika dilihat dari latar belakang, masing-masing kandidat memiliki keunggulan tersendiri.
- Anton Tri Laksono, kelahiran 1969, menjadi figur paling senior. Masa baktinya tinggal dua tahun lagi. Selain memimpin ULP, Anton juga kini menjabat Plt Kepala DLHP, sehingga dianggap paling “berpengalaman langsung” di dinas yang akan dia pimpin bila terpilih.
- Danang Tri Nohandono, lebih muda tiga tahun, jebolan ITS Surabaya. Kariernya banyak dihabiskan di Dinas Perhubungan, mulai staf, subbag prolap, hingga kini menjadi sekretaris Bapperida. Pengalaman teknis di bidang transportasi membuatnya dinilai punya modal kuat.
- Handrijanto, lahir 1972, lulusan Sarjana Ekonomi. Ia lebih dulu diangkat sebagai ASN dibanding dua kompetitornya (1998). Pernah menjabat Kabid Perdagangan di Diskopumdag sebelum dipercaya memimpin Bagian Perekonomian Setda.
Baca Juga: Gebrakan Bupati Tuban Mas Lindra : 7 Ruang Publik Tuban Kini Punya WiFi Gratis, Mana Saja Lokasinya?
Pegang Peran Strategis dalam Pembangunan Berkelanjutan
Seperti diketahui, DLHP memegang peran vital mengurusi kebersihan, pengelolaan sampah, kualitas udara, hingga transportasi publik.
Siapa pun yang terpilih akan memegang peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan Tuban.
Kini, mata publik tertuju ke pemkab. Kejutan yang dijanjikan Mas Lindra ini jelas akan menjadi salah satu keputusan penting yang memengaruhi arah kebijakan lingkungan hidup dan perhubungan di Tuban ke depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni