RADARTUBAN – Satu lagi kejadian viral dari Tuban. Insiden viral tersebut melibatkan dua mobil ambulans yang dihalangi pengendara Toyota Innova.
Tim Jawa Pos Radar Tuban pertama kali mendapatkan rekaman video tersebut pada hari Rabu (17/9) siang jam 14.46 dari salah seorang saksi mata di lokasi. Kejadian diperkirakan beberapa jam sebelumnya.
Dalam video berdurasi 58 detik terlihat adegan adu mulut antara pengemudi ambulans dan Toyota Innova.
Kronologi itu bermula saat dua mobil ambulans dari Puskesmas Parengan mengangkut pasien kritis melintas di Jalan Ponco-Parengan.
Tujuannya, RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Keberangkatan dari puskesmas sekitar pukul 09.00.
Mendengar sirine, banyak kendaraan di depan langsung menepi memberi ruang untuk dua mobil ambulans tersebut.
Namun pengemudi mobil Toyota Innova bernopol S 1135 BJ menolak menepi.
Dilaporkan pengemudi ambulans, mobil berwarna hitam itu malah dengan sengaja menghadang laju ambulans. Sehingga membuat tabrakan dua kendaraan tak terhindarkan.
Mendapati sikap arogan pengemudi Toyota Innova itu, supir ambulans langsung menghentikan kendaraannya dan menarik keluar pengemudi Toyota Innova yang belakangan diketahui bernama Hendrik Susanto.
Sopir ambulans langsung menunjukan bahwa ada pasien kritis yang harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Adu mulut keduanya membuat lalu lintas tersendat sementara waktu, bahkan kedua supir nyaris bentrok di lokasi tersebut.
Kapolsek Parengan Iptu Ramelan membenarkan, mobil ambulans sedang mengantarkan korban kecelakaan dengan kondisi darurat.
Kendaraan ambulans pada waktu itu berpacu dengan waktu agar nyawa pasien selamat.
"Kedua pihak kemudian kami pertemukan untuk dimediasi, sudah disepakati keduanya berdamai. Serta kerugian materil akibat gesekan dua kendaraan sudah ditanggung masing-masing,’’ ujar dia.
Disampaikan Ramelan, dari hasil mediasi didapati fakta bahwa kedua pengemudi terjadi kesalahpahaman. Setelah terjadi gesekan kedua kendaraan, sempat terjadi kejar-kejaran antara keduannya.
"Pengemudi Toyota Innova mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf,’’ jelas perwira berpangkat dua balok emas itu.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Parengan dr Eka Ayu menegaskan jika supir ambulans dari puskesmas benar-benar membawa pasien kondisi emergency atau tidak sadar.
"Supir kami telah membunyikan sirine, namun malah tidak mendapatkan akses jalan,’’ ujar dia.
Eka menyayangkan aksi arogan tersebut dan mengimbau pengguna jalan agar mendahulukan kendaraan prioritas seperti ambulans.
"Kami sepakat berdamai, semoga ini menjadi pembelajaran bersama,’’ jelasnya.
Terpisah, Hendrik Susanto pengemudi mobil Toyota Innova asal Kabupaten Bojonegoro melakukan klarifikasi sekaligus meminta maaf dalam video singkat di media sosial.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Puskesmas Parengan atas tindakan saya kemarin,’’ tuturnya dalam video. (an/yud)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni