Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kang Yudi Sempat Nego Ambil Alih Persatu Tuban, Tapi Gagal Deal! Ini Syarat dari Manajemen yang Bikin Nego Buntu

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 23 September 2025 | 00:50 WIB
Suporter Persatu membentangkan spanduk menuntut kejelasan nasib Persatu menjelang Liga 3 Jatim.
Suporter Persatu membentangkan spanduk menuntut kejelasan nasib Persatu menjelang Liga 3 Jatim.

RADARTUBAN – Kisah masa depan klub kebanggaan Tuban, Persatu kian panas! Anggota DPR RI Eko Wahyudi alias Kang Yudi ternyata sempat berniat mengambil alih kepemilikan saham tim berjuluk Laskar Ronggolawe itu.

Bahkan, menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, tim Kang Yudi sudah menjalin komunikasi dengan Direktur PT Persatu Putra Tuban, Fahmi Fikroni membahas teknis pengambilalihan.

Sayangnya, pembicaraan itu kandas di tengah jalan. Tidak ada kesepakatan, dan pembahasan berhenti sebelum deal terjadi.

“Benar, ada komunikasi dengan tim Kang Yudi. Tapi, belum ada kesepakatan. Saya sempat bilang kalau memang serius, silakan ambil. Tapi saya maunya komunikasi langsung, bukan lewat perantara,” tegas Roni, sapaan akrab Fahmi Fikroni.

Syarat dari Manajemen: Ada Target 2-3 Tahun Ke Depan

Fahmi Fikroni mengaku pihaknya menetapkan beberapa syarat bagi siapapun yang ingin mengambil alih saham Persatu.

Salah satunya, harus berani memasang target prestasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Menurut saya itu bukan syarat yang berat. Saya dulu bisa, harusnya yang lain juga bisa,” sindir mantan manajer Persatu itu.

Namun, tim dari bendahara umum DPD Partai Golkar Jatim itu disebut tidak menerima syarat yang diajukan. Alhasil, rencana akuisisi pun terhenti.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Eko Wahyudi belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim ke nomor pribadinya hanya centang biru tanpa balasan.

Manajemen Cari Investor Lain

Fahmi Fikroni menegaskan Persatu tetap membuka peluang bagi investor lain yang berminat, termasuk yang siap mengelola penuh dan membeli saham.

“Sudah ada yang menyatakan minat. Mereka tidak mau hanya mengelola, maunya sekalian ambil alih kepemilikan. Bagi kami itu tidak masalah,” jelasnya.

Persatu: Klub Legendaris yang Terpuruk

Persatu bukan nama baru di dunia sepak bola nasional.

Klub berjuluk Laskar Ronggolawe ini pernah mencatat sejarah dengan menjadi juara Liga Nusantara 2014 dan promosi ke Divisi Utama 2015.

Sayang, Persatu hanya bertahan semusim sebelum terdegradasi.

Skenario itu terulang ketika Persatu kembali promosi beberapa musim berikutnya, hanya untuk kembali terjun ke kasta bawah.

Kini, klub kebanggaan Bumi Wali itu harus berjuang dari Liga 4. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Kang Yudi #persatu #Eko Wahyudi #kepemilikan saham