Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pemberlakuan Satu Arah Jalan Basrah Tuban, Perhotelan hingga UMKM Tergerus

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 23 September 2025 | 17:35 WIB
Arus searah Jalan Basuki Rachmad Tuban buat akses lebih lancar, tapi pedagang gado-gado hingga lalapan terhimpit ekonomi.
Arus searah Jalan Basuki Rachmad Tuban buat akses lebih lancar, tapi pedagang gado-gado hingga lalapan terhimpit ekonomi.

RADARTUBAN - Pemberlakuan jalur searah Jalan Basuki Rachmad Tuban tak hanya mengubah arus lalin.

Sektor ekonomi dan bisnis pun ikut terdampak. Berikut komentar para pemilik usaha di sepanjang jalan tersebut.

Raymond Inti Wirawan, owner Fave Hotel Tuban setuju Jalan Basra dua arah.

Itu karena dua jalur menjadikan volume kendaraan yang melintas meningkat.

Begitu juga orang yang melewati jalan ini semakin banyak.

‘’Itu dengan catatan arus lalin tetap lancar dan didukung infrastruktur yang lebih baik,’’ ujarnya.

Infrastruktur dimaksud adalah penataan trotoar, drainase, dan lampu jalan. Juga pelebaran jalan.

Menurut Raymond, kondisi ini menciptakan kesan lingkungan usaha yang lebih profesional, bersih, nyaman bagi pengunjung, meningkatnya nilai properti, dan daya tarik lokasi.

Dengan meningkatnya aktivitas lalin, lanjut dia, berpotensi munculnya berbagai peluang usaha baru, seperti perhotelan, perbankan, usaha makanan cepat saji, minimarket, atau jasa lain yang mendukung pengguna jalan.

Raymond juga menyampaikan, Jalan Basra dua jalur dengan kondisi lalin lancar lebih memudahkan akses lokasi tanpa harus memutar jauh.

‘’Ini tentu meningkatkan kenyamanan kunjungan dan investasi area yang lebih menjanjikan,’’ ujar putra taipan properti Tuban, Pepeng Putra Wirawan itu.

Sektor UMKM juga terpukul dengan kebijakan Jalan Basra searah.

Salah satunya Sabar, penjual gado-gado di salah satu titik di jalan protokol tersebut. ‘’Hasil penjualan tidak sebanyak ketika berlaku dua arah,’’ tutur pria 50 tahun itu.

Dia mengatakan, jalur dua arah di sepanjang Jalan Basra menjadikan mobilitas masyarakat lebih padat dan ramai. Kondisi ini menjadikan pembeli jauh lebih banyak.

‘’Sejak diberlakukan searah, yang mampir jauh berkurang,’’ ujar Sabar yang mengaku sering bahan dagangannya tidak habis terjual.

Di tengah kondisi terhimpit ekonomi, dia tetap berusaha bertahan berjualan gado-gado.

‘’Kalau bukan jualan ini, saya mau kerja apa lagi? Sudah tua, tidak punya keahlian lain selain jualan gado-gado,’’ ujarnya.

Senada dengan Mubarok Faisal. Penjual lalapan di Jalan Basra itu mengaku ikut terdampak pemberlakuan searah jalan tersebut.

Menurut dia, pelanggan setia yang biasanya datang dari arah berlawanan, kini merasa kesulitan untuk mengakses tempat usahanya. Itu karena mereka harus memutar cukup jauh.

‘’Akibatnya, banyak dari mereka yang akhirnya enggan mampir,’’ ungkapnya.(saf/ds)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #lalu lintas #hotel #Jalan Basuki Rachmad