RADARTUBAN – Di mana ada gula, di situ ada semut.
Di mana ada peluang bisnis, di situ akan banyak orang berusaha mencari peruntungan, seperti halnya program makan bergizi gratis (MBG).
Baru-baru ini, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga berpeluang menjadi mitra penyediaan bahan makanan yang dibutuhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
’’Bisa saja nanti koperasi (KDMP) menyiapkan kebutuhan sayur, beras, telur, atau bahan pangan lainnya untuk mendukung MBG,’’ ujar Komandan Kodim 0811/Tuban Letkol Inf. Dicky Purwanto dalam rapat koordinasi percepatan operasionalisasi KDMP beberapa waktu lalu di Pendapa Kridha Manunggal.
Gayung bersambut, peluang kerja sama antara KDMP dan SPPG itu langsung disambut positif oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
Diakui Mas Lindra—sapaan akrab bupati—perputaran uang di setiap SPPG sangat besar.
Dalam sehari saja, terang dia, nilainya bisa mencapai Rp 50 juta.
‘’(Dengan potensi yang cukup besar tersebut, Red) KDMP bisa menjadi pemasok bahan olahan MBG, seperti beras, telur, dan kebutuhan pokok lain,’’ paparnya.
Lebih lanjut, Mas Lindra menyampaikan, multiplier efek dari kolaborasi antara KDMP dan SPPG ini juga sangat besar.
Sebab, KDMP bisa mengambil pasokan—kebutuhan bahan makanan langsung dari petani dan peternak lokal.
Sehingga, ekosistem ekonomi di setiap desa ikut bergerak. Dengan begitu, semua pihak bisa merasakan manfaat program MBG.
‘’Selain itu, juga masih ada potensi bisnis lain, seperti kerja sama agen LPG, kios pupuk, Bulog, atau BUMN lainnya,’’ imbuhnya.
Mas Lindra menegaskan, apabila peluang ini ditangkap serius, maka target seluruh KDMP bisa beroperasi maksimal pada akhir 2025 nanti bisa terealisasi. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama