Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Keluh Kesah Guru Madrasah di Tuban: TPG Belum Cair, tapi Malah Dibebani Biaya Bimtek RP 300 Ribu

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 29 September 2025 | 22:10 WIB
Ilustrasi Guru Madrasah
Ilustrasi Guru Madrasah

RADARTUBAN – Sudah jatuh, tertimpa beban pula.

Sudah tiga bulan tunjangan sertifikasi tak kunjung cair, para guru madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) diharuskan membayar biaya kegiatan bimbingan teknis (bimtek) implementasi deep learning dan kurikulum berbasis cinta sebesar Rp 300 ribu per guru.

Mewakili sebagian guru madrasah, Tinik, salah satu pendidik di Kecamatan Merakurak mengaku keberatan dengan biaya bimtek sebesar Rp 300 ribu tersebut.

Terlebih, sudah tiga bulan ini tunjangan profesi guru (TPG) madrasah tak kunjung cair.

Tinik mengungkapkan, kegiatan bimtek bertajuk implementasi deep learning dan kurikulum berbasis cinta itu rencananya digelar selama dua hari, Senin-Selasa (29-30/9).

Pelaksananya, kelompok kerja madrasah ibtidaiyah (KKMI).

‘’Suratnya (undangan untuk mengikuti bimtek, Red) memang tidak mencantumkan adanya biaya, tapi (secara lisan, Red) peserta diminta membayar Rp 300 ribu. Setelah kami konfirmasi ke KKMI, ternyata benar, memang harus membayar Rp 300 ribu. Awalnya memang tidak ada paksaan untuk ikut, tapi semakin ke sini kok malah seperti diwajibkan, dan harus membayar,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengakumulasi, dengan jumlah peserta guru sertifikasi Kemenag sebanyak 1.094 orang, maka total biaya yang terkumpul sebanyak kurang lebih Rp 328 juta.

‘’Tujuannya memang bagus—meningkatkan kompetensi guru, tapi situasinya tidak tepat, mengingat belum ada pencairan TPG. Terus bayarnya pakai apa? Masa hutang dulu,’’ keluh guru Bahasa Inggris itu.

Tinik menilai, kegiatan bimtek berbayar di tengah TPG yang tak kunjung cair, ini menunjukkan tidak adanya empati dari KKMI terhadap nasib guru.

‘’Kalau tidak bisa mencairkan TPG tepat waktu, minimal jangan membebani guru,’’ ujar dia.

Pendidik MI itu berharap adanya kebijakan dari KKMI untuk menunda kegiatan ini, atau minimal menunggu TPG cair dulu.

‘’Agenda ini kan setiap tahun diselenggarakan, dan guru-guru manut saja, karena tujuannya memang untuk pengembangan diri, dan itu memang sesuai dengan tujuan TPG, yakni 20 persen untuk pengembangan diri. Tapi ya menunggu setelah TPG cair,’’ tandasnya.

Ketua KKMI Tuban Fatah Yasin menegaskan, kegiatan bimtek implementasi deep learning dan kurikulum berbasis cinta tidak harus diikuti oleh semua guru.

Hukumnya, boleh ikut, boleh tidak.

‘’KKMI hanya mengadakan kegiatan saja, untuk memfasilitasi guru-guru yang membutuhkan pengembangan diri, khususnya terkait implementasi kurikulum,’’ bebernya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kegiatan bimtek yang diselenggarakan juga tidak hanya diperuntukkan bagi guru sertifikasi saja, tapi terbuka untuk semua guru.

‘’Bagi guru yang belum sertifikasi juga bisa mengikuti,’’ tandasnya. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #madrasah #keluh kesah #tpg #bimtek #profesi #tunjangan profesi guru