RADARTUBAN – Terminal Jatirogo, yang dulu jadi denyut transportasi barat Tuban, kini lebih mirip gudang tak bertuan. Sepi, kusam, dan makin tak dilirik.
Jika dibiarkan, tinggal tunggu waktu sebelum benar-benar tinggal nama.
Padahal, terminal tipe C milik Pemkab Tuban ini bisa jadi mesin ekonomi jika digarap serius.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tuban, Elis Yuanita Dewi, terang-terangan menyebut, mati surinya Terminal Jatirogo bukan sekadar salah masyarakat yang ogah naik angkutan umum.
Masalahnya lebih dalam: terminal tak berbenah, angkutan tua bikin ilfeel, jadwal keberangkatan berantakan, hingga toilet yang “lebih mirip horor” ketimbang fasilitas publik.
“Sekarang masyarakat punya kendaraan pribadi, wajar mereka males naik angkutan umum yang jelek, penuh karat, dan berangkatnya gak jelas,” sindir Elis.
Bupati Tuban Mas Lindra Punya Modal: Bus Si Mas Ganteng
Menariknya, menurut Elis, sebenarnya sudah ada modal kuat untuk menghidupkan kembali terminal.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky lewat program Bus Si Mas Ganteng sudah menaruh satu unit di Jatirogo.
Bus itu bukan cuma buat pelajar, tapi juga untuk umum.
“Tinggal dikembangkan, tambah armada, jadwal jelas, dan promosi di medsos. Simple, murah, tapi efeknya besar,” tegasnya.
Elis menyebut, promosi medsos ala terminal bukan sekadar gimmick. Generasi muda banyak yang bahkan belum pernah masuk terminal.
“Kalau ada jadwal real-time di medsos, info rute, fasilitas, masyarakat bisa tertarik lagi,” tambahnya.
Solusi: Terminal Jadi Magnet Ekonomi
Selain angkutan, Elis menyoroti terminal harus disulap jadi ruang publik yang layak.
Mulai dari toilet bersih, ruang tunggu nyaman, sampai kios UMKM khas Jatirogo.
Bukan cuma tempat nunggu bus, tapi juga ruang nongkrong, belanja, bahkan wisata kuliner.
“Kalau terminal rapi, bersih, plus ada jajanan khas, otomatis orang betah. Itu efek domino ke ekonomi,” jelas anggota dewan dari Dapil V (Jenu, Tambakboyo, Bancar, dan Jatirogo) itu.
Dewan mendesak Bupati Tuban Mas Lindra tak boleh sekadar bangga dengan Si Mas Ganteng.
PR berikutnya adalah peremajaan angkutan dan penertiban trayek.
Selama angkutan umum masih mangkal dan ngetem seenaknya di luar terminal, jangan harap warga mau masuk terminal.
Ujian Bupati Muda
Harus diakui, Jatirogo adalah ujian kepemimpinan Bupati Lindra.
Jika terminal bisa hidup lagi, bukan hanya transportasi yang terbantu, tapi juga ekonomi lokal ikut menggeliat.
“Kalau benar-benar serius, Jatirogo bisa jadi terminal model di Tuban barat. DPRD siap kawal, tinggal eksekusi di eksekutif,” tutup Elis.
Sinyal jelas sudah dilempar. Tinggal apakah Bupati Lindra berani pasang strategi “gila” untuk membalikkan stigma terminal mati suri.
Kalau gagal, jangan salahkan publik menyebut program transportasi Tuban cuma sekadar pencitraan. (*)
Editor : Amin FauzieSumber : Radar Tuban