RADARTUBAN – Gedung Korpri Kompleks Pendapa Kridha Manunggal, Senin (29/9), mendadak jadi panggung penuh haru.
Tak seperti acara pelepasan ASN biasanya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky turun langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas untuk periode 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember 2025.
Tak hanya seremonial, momen ini menjadi simbol penghargaan nyata terhadap para abdi negara yang telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk Kabupaten Tuban.
“Yang akan dikenang sepanjang masa bukanlah jabatan, melainkan kebaikan, legacy, dan infrastruktur yang kita tinggalkan untuk Tuban,” tegas bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan panjang dikutip dari tubankab.go.id.
Dari Guru, Tenaga Kesehatan hingga Pejabat Senior
Dari 100 ASN purna tugas tersebut, terbanyak berasal dari kalangan guru yakni 61 orang.
Ada 4 tenaga kesehatan, 25 staf, serta pejabat struktural: 2 pejabat eselon II, 2 pejabat eselon III, dan 6 pejabat eselon IV/JF.
Dua nama penting yang ikut pamit adalah Inspektur Inspektorat Kabupaten Tuban, Aguk Waluyo Raharjo serta Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Bambang Irawan.
Testimoni Menggugah
Mewakili rekan-rekannya, Aguk Waluyo Raharjo—yang telah mengabdi selama 33 tahun 8 bulan—menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian Pemkab Tuban.
“Mas Bupati hadir dengan energi baru, saya merasa 10 tahun lebih muda, dan harus berlari kencang walau terengah-engah demi Kabupaten Tuban,” ujarnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan.
Gaya Mas Lindra: Muda, Tegas, Menghargai Senior
Acara ini memperlihatkan gaya khas Bupati Tuban Mas Lindra yang memadukan protokoler dengan sentuhan personal.
Bupati muda ini menegaskan bahwa pembangunan tak hanya soal proyek fisik, tetapi juga tentang bagaimana menghargai para ASN yang telah menjadi pilar pelayanan publik selama puluhan tahun.
Langkah ini juga memberi sinyal kuat bahwa Pemkab Tuban di bawah Mas Lindra berusaha menumbuhkan kultur birokrasi yang sehat—menghargai pengabdian lama sekaligus memacu semangat generasi baru ASN. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni