RADARTUBAN - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky kembali berupaya memoles wajah fasilitas publik.
Kali ini giliran Perpustakaan Kecamatan Palang yang jadi sorotan.
Bangunan tua eks kantor kecamatan itu akan dipoles agar tampil lebih segar, modern, dan jadi magnet baru bagi anak muda pencinta literasi.
Perpustakaan Palang memang sudah lama butuh sentuhan. Pilar kayu, plafon triplek, dan nuansa tempo doeloe membuatnya mirip rumah dinas zaman Belanda ketimbang ruang baca publik.
“Nanti akan dibuat rodo (agak) milenial ben ora kuno jaman lama,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban, Endro Budi Sulistyo, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.
Perkuat Akses Literasi Warga Desa
Renovasi ini merupakan bagian dari kebijakan Bupati Tuban Mas Lindra untuk memperkuat akses literasi warga desa.
Dari 13 perpustakaan kecamatan yang ada, hanya Palang yang mendapat jatah renovasi tahun ini.
Tapi, anggarannya hanya Rp 342 juta. Ini difokuskan untuk merombak interior dan eksterior agar lebih kekinian.
Endro belum mau membuka bocoran detail desain baru. Namun mantan Sekdin Pendidikan itu menjamin perpustakaan ini bakal punya “warna baru” yang berbeda drastis dari tampilan sekarang.
“Pembangunan fisik masih menunggu proses lelang. Begitu selesai, langsung kami gas,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan gaya kepemimpinan Mas Lindra yang kerap menggandeng generasi muda.
Sebelumnya, bupati dua periode juga menggagas berbagai program kreatif untuk anak muda Tuban.
Perpustakaan Jadi Ruang Publik yang Keren
Renovasi Perpustakaan Palang dipandang sebagai cara baru menjadikan ruang baca bukan sekadar gudang buku, tapi ruang publik yang keren, instagramable, dan nyaman untuk belajar.
Jika sesuai jadwal, wajah baru Perpustakaan Palang bisa menjadi ikon baru literasi di kawasan pantura, dan contoh bagi kecamatan lain.
Mas Lindra pun berharap warga tidak lagi segan datang ke perpustakaan, tapi justru bangga dan betah berlama-lama di sana. (*)
Editor : Amin Fauzie