Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Betah di Asrama, Dua Siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban Resmi Mengundurkan Diri

Andreyan (An) • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 22:10 WIB

 

Para siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban tampak fokus mengikuti kegiatan matrikulasi di ruang kelas
Para siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban tampak fokus mengikuti kegiatan matrikulasi di ruang kelas

RADARTUBAN – Belum genap dua bulan tinggal di asrama, dua siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban terkena “seleksi alam”.

Alasan tidak kerasan, keduanya memutuskan mengundurkan diri sebagai siswa SR.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban Vera Khairun Nisa membenarkan informasi tersebut.

Dikatakan dia, mundurnya dua siswa tersebut dikarenakan belum bisa menyesuaikan kehidupan di asrama.

Lebih lanjut Vera menyampaikan, kedua siswa yang memilih berhenti bersekolah di SR itu dari jenjang SMA, masing-masing perempuan dan laki-laki.

Satu siswa asal Kecamatan Palang mengundurkan diri secara resmi per 6 September, sementara satu siswi asal Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban mengundurkan diri per 13 September bulan lalu.

"Sebetulnya, keduanya pada akhir Agustus lalu sudah kami izinkan pulang, sekaligus memberi waktu bagi mereka untuk memutuskan: apakah akan lanjut atau mundur dari SR. Setelah diberi waktu, keduanya memutuskan untuk mundur secara resmi awal September,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan pendidik asal Kabupaten Rembang itu, tidak ada konsekuensi yang didapatkan kedua siswa tersebut setelah menyatakan mundur.

Keduanya hanya diminta mengembalikan seluruh fasilitas yang sudah didapatkan.

"Kami juga tidak tahu keduanya bakal melanjutkan sekolah di mana setelah mundur, sebab saat ini kedua siswa itu bukan lagi kewenangan SR,’’ jelas dia.

Sementara itu, kekosongan kursi pasca mundurnya siswa asal Kecamatan Palang telah terisi, sedangkan kekosongan kursi sepeninggal siswi asal Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban belum terisi.

"Sudah kami laporkan pimpinan, tinggal satu posisi yang belum terisi,’’ tutur Vera.

Mantan guru Bahasa Inggris SMPN 1 Plumpang itu membeberkan, tanda-tanda ketidaknyamanan kedua siswa yang mengundurkan diri itu tinggal di asrama sudah terlihat sejak awal.

Dari pantauan para guru dan pengasuh asrama, kedua siswa tersebut jarang bergaul dengan teman-teman SR lainnya.

Bahkan sebelumnya siswa-siswi SR lainnya berusaha menguatkan dan memberi semangat untuk tetap tinggal, namun yang bersangkutan memilih lepas dari SR.

"Saya pastikan mundurnya kedua siswa bukan karena bullying ataupun persoalan dengan temannya. Keduanya murni mengundurkan diri karena tak ingin jauh dari keluarga,’’ pungkasnya. (an/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Sekolah Rakyat #bullying #siswa #mengundurkan diri #sr