Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Buku Rusak di Perpusda Tuban Bakal Dimusnahkan, Koleksi Aman Tak Terdampak

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 5 Oktober 2025 | 23:05 WIB

 

Salah seorang pengunjung di Perpustakaan Daerah Tuban sedang membaca novel di antara rak buku kesusastraan.
Salah seorang pengunjung di Perpustakaan Daerah Tuban sedang membaca novel di antara rak buku kesusastraan.

 

RADARTUBAN – Koleksi buku yang kondisinya rusak berat akan dimusnahkan oleh Perpustakaan Daerah (Perpusda).

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban Masykuri mengatakan, kerusakan buku yang ditemukan selama stock opname cukup beragam. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat.

‘’Buku-buku dengan kondisi rusak berat nantinya akan dimusnahkan karena buku tersebut sudah tidak lagi layak unutk dilayankan pada pemustaka. Bukan hanya di perpusda saja, tetapi juga dari 12 perpustakaan yang ada di kecamatan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (2/10).

Namun, berapa buku rusak yang akan dimusnahkan, pihaknya belum bisa memastikan.

‘’Untuk cara pemusnahannya itu ranah bidang konservasi. Kami hanya sebatas menyerahkan buku dan datanya saja. Selain itu, proses penghancurannya juga harus mendapat izin bupati,” imbuhnya.

Adapun buku-buku yang mengalami kerusakan berat di antaranya, buku-buku yang sudah kehilangan beberapa halamannya sehingga isi buku tidak sesuai, kerusakan jilid buku yang berat sehingga seringkali kembali terlepas, kerusakan akibat jamur, hingga kerusakan berat lainnya yang sulit diperbaiki.

‘’Kalau kerusakannya ringan, seperti sampul buku robek maka akan kami ganti dengan sampul yang baru. Selama itu masih bisa diperbaiki, maka kami akan perbaiki agar buku tetap bisa dilayankan ke pemustaka,” ungkapnya. 

Pejabat asal Bojonegoro itu melanjutkan, jenis buku yang rentan mengalami kerusakan justru bukan novel ataupun buku pelajaran, melainkan koleksi buku anak.

Menurutnya, hal tersebut wajar mengingat buku anak memiliki ketebalan yang tipis sehingga rentan terlepas dari jilidnya.

‘’Anak-anak biasanya sangat aktif, jadi tanpa sengaja bisa merusakkan buku. Tapi tidak masalah jika kerusakannya ringan, pun anak juga akan bisa mengenal buku,” katanya.

Kendati demikian, Masykuri menegaskan bahwa jumlah buku rusak yang ditemukan tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan keseluruhan koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Tuban yang sebanyak 120 ribu eksemplar koleksi buku dari berbagai kategori.

“Kalau dibandingkan dengan jumlah koleksi yang ada, buku yang rusak masih relatif sedikit. Jadi, tidak perlu khawatir akan mengurangi layanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (saf)

Editor : Yudha Satria Aditama
#perpusda #Tuban #buku #perpustakaan