RADARTUBAN – Kendati sepekan terakhir curah hujan mulai tinggi, namun dua desa di Kabupaten Tuban masih dilanda kekeringan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, dua desa itu, yakni Desa Bader, Kecamatan Jatirogo dan Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan.
Selama ini, kedua desa tersebut masuk wilayah rawan kekeringan.
‘’Droping air sudah mulai September lalu, hanya saja penyaluran tidak setiap hari. Jumlahnya (per liternya, Red) juga tidak menentu, kami sesuaikan permintaan masyarakat,’’ ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban Sudarmaji kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Sudarmaji, pengentasan persoalan krisis air untuk saat ini masih bisa diatasi.
Meski droping air masih disiagakan, kondisi cuaca dan musim yang berlangsung saat ini turut menekan perluasan wilayah kekeringan Kabupaten Tuban.
‘’Sejumlah wilayah terpantau beberapa kali sudah hujan,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, mantan Camat Grabagan itu menyampaikan, hingga saat ini BPBD masih bersiaga dan meminimalisir jika adanya perluasan wilayah kekeringan.
‘’(Meski sudah mulai turun hujan, Red) tetap kita siagakan setiap saat,’’ imbuhnya.
Berdasarkan data BPBD Tuban, pada 2024 lalu tercatat sebanyak 46 desa dari 14 kecamatan masuk kategori rawan krisis air.
‘’Permintaan droping air tahun ini tak sebanyak permintaan pada tahun-tahun sebelumnya,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama