RADARTUBAN - Kasus keracunan enam siswa SMKN Palang yang diduga akibat mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) berpotensi menguap begitu saja.
Hingga saat ini, penyebab keracunan tak kunjung diungkap ke publik. Sebaliknya, pihak-pihak yang berwenang menangani masalah ini terkesan mengolor-olor.
Sebelumnya, menu MBG yang dikonsumsi siswa telah menjalani uji lab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tuban.
Dan kabarnya sudah ada hasil. Namun, seperti apa hasilnya? Sampai saat ini belum jelas.
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander mengaku belum belum bisa menyampaikan hasilnya karena masih proses pencocokan hasil uji lab dengan hasil observasi enam siswa korban keracunan.
‘’Kami sudah mengajukan surat kepada pihak RSUD dr R Koesma Tuban untuk meminta hasil observasi siswa-siswa terkait. Saat ini masih menunggu jawaban,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (6/10).
Disampaikan Dimas, selain menunggu proses pencocokan korelasi hasil uji lab dengan hasil pemeriksaan observasi siswa.
Pihaknya juga telah melakukan agenda pemeriksaan saksi-saksi terkait.
‘’Sementara ada tiga saksi yang telah kami periksa pekan lalu, meliputi SPPG dan pihak sekolah,’’ beber dia.
Nantinya, lanjut dia, hasil pemeriksaan saksi-saksi akan melengkapi data-data sebelumnya yang telah dikumpulkan Satreskrim Polres Tuban.
‘’(Hasil pemeriksaan saksi-saksi, Red) akan memperkuat hasil pencocokan data uji lab dengan hasil pemeriksaan medis masing-masing siswa,’’ jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah mengenai proses pengajuan surat hasil observasi dan pemeriksaan medis dari keenam siswa yang dikirimkan pihak kepolisian, Plt RSUD dr R Koesma Tuban Heni Purnomo Wati menuturkan, surat tersebut baru saja ditindaklanjuti oleh institusinya.
‘’Baru saja saya disposisi,’’ katanya singkat. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama