RADARTUBAN – Beginilah konsekuensinya jika satu dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) menangani ribuan menu makan bergizi gratis (MBG).
Kendati sebelum dikemas sudah dicek kelayakan dan kebersihannya, masih saja ditemukan menu MBG bercampur ulat.
Senin (6/10) lalu, jagat media sosial kembali dibuat geger oleh unggahan video menu MBG bercampur di SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban.
Dalam video berdurasi kurang lebih 16 detik tersebut, salah satu siswa menunjukkan adanya ulat di menu buah MBG.
Saat dikonfirmasi terkait video siswanya yang viral, Kepala SMK TJP Tuban Bambang Kusdiyanto membenarkan bahwa video tersebut memang benar siswanya.
Pun demikian dengan temuan ulat di menu MBG yang terlihat dalam video tersebut.
Bambang mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan pasca video siswanya viral, ulat yang masuk dalam menu MBG bukanlah belatung, melainkan ulat buah.
‘’Pada hari itu, menu yang dibagikan berupa nasi putih, sayuran, tahu, telur, dan irisan buah melon. Sudah kami cek dan periksa, bukan belatung, tapi ulat buah yang ikut masuk dalam wadah menu MBG,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (7/10).
Lebih lanjut dikatakan Bambang, setiap harinya SMK TJP mendapat jatah MBG sebanyak 1.636 kotak.
Sesuai dengan jumlah siswanya. Dan untuk memastikan kelayakan dan keamanan menu tersebut, pihaknya membentuk tim pengecek MBG sebelum dibagikan ke siswa.
‘’Selalu ada sampling setiap MBG yang datang. Bahkan, di setiap kelas juga ada guru yang bertugas melakukan pengecekan lagi terhadap makanan tersebut,’’ bebernya.
Apakah siswa yang bersangkutan mendapatkan hukuman atas viralnya video tersebut? Bambang hanya menjawab secara diplomatis.
‘’Jika adanya temuan mencurigakan atau menu makanan tidak layak konsumsi, sebaiknya dikomunikasikan dahulu dengan guru-guru, agar tidak menyebarluaskan informasi hoaks,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama