Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PKL Mengancam Tetap Jualan di Hari Sabtu dan Minggu, Setelah Aksi Unjuk Rasa Belum Menemukan Solusi

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:22 WIB
Ratusan eks PKL Alun-Alun Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Tuban. Mereka menuntut kembali berjualan di alun-alun.
Ratusan eks PKL Alun-Alun Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Tuban. Mereka menuntut kembali berjualan di alun-alun.

 

RADARTUBAN – Lelah menanti kepastian jawaban dari pemerintah daerah.

Kemarin (7/10), ratusan pedagang kaki lima (PKL) korban relokasi pembangunan Alun-Alun Tuban bersama aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Tuban.

Sebagai bentuk keprihatinan atas nasibnya yang “terusir” kebijakan pemerintah daerah, ratusan pedagang yang terdiri bapak-bapak dan emak-emak bersama anaknya.

Ikut dalam demo tersebut, para aktivis PMII itu memulai aksi dari lapangan parkir Pantai Boom sekitar pukul 14.00 dengan membawa berbagai peralatan dapur, gerobak jualan, serta spanduk bertuliskan: Mengetuk Hati Nurani Bupati Tuban.

Sesampainya di Jalan RA Kartini, depan kantor pemkab, para emak-emak kompak memukuli panci dan bermacam peralatan dapur dengan sotel dan alat seadanya.

Aksi ini menggambarkan bahwa sejak direlokasi dari alun-alun, dapur mereka tidak lagi mengepul.

Selama sepuluh bulan terakhir ini—sejak direlokasi, pendapatan dari berjualan di halaman parkir Pantai Boom tak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Saking menderitanya mereka sejak direlokasi, mereka berorasi di depan petugas Satpol PP yang berjaga sambil menangis.

“Kami ingin kepastian, Pak. Kami ingin jualan seperti dulu lagi,'' ujar Misri, salah satu PKL sambil berorasi.

Misri menagih janji bupati saat kampanye dulu, yang katanya akan peduli dengan PKL.

‘’Dulu berjanji, tapi sekarang tidak ditepati. Sejak kami dipindah ke parkiran Pantai Boom, jualan kami sangat sepi. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah tidak mampu,’’ katanya dengan air mata yang menganak sungai di pipinya.

Sementara itu, koordinator PKL eks alun-alun, Sujud mengaku sangat kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang seakan tidak peduli dengan nasib pedang cilik seperti dirinya.

Tuntutan yang disampaikan pedagang ke perwakilan bupati, Asisten Bidang perekonomian Agus Wijaya tidak ada titik temu.

‘’Mereka tetap tidak memperbolehkan PKL berjualan di alun-alun dan sekitarnya. Karena tidak ada solusi, kami akan tetap berjualan pada Sabtu dan Minggu nanti, ini bentuk protes kami,’’ ujarnya.

Bagaimana jika nanti diusir Satpol PP? Sujud bersama PKL lain siap melawan untuk mempertahankan jualannya.

‘’Kami dan kawan-kawan siap melawan. Ini demi untuk menafkahi anak-anak kami,’’ tandasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban Agus Wijaya menegaskan bahwa PKL dilarang berjualan di fasilitas umum yang berfungsi sebagai ruang terbuka.

‘’Ruang terbuka hijau di depan Masjid Agung sudah dibangun dengan baik, untuk itu hari kita jaga. Intinya, alun-alun harus nyaman (bersih dari PKL, Red),’’ ujarnya.

Terkait niat PKL yang akan tetap nekat berjualan di pada Sabtu dan Minggu, Agus menegaskan bakal tetap ditertibkan oleh Satpol PP.

‘’Saat ini pemkab terus berupaya melakukan penataan, termasuk menata PKL. Nantinya akan ditempatkan di Jalan Yos Sudarso (kompleks Pantai Boom, Red),’’ katanya.

Dan intinya, tegas dia, pemkab akan mencari solusi yang terbaik untuk semua. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #relokasi #bupati #alun-alun #pkl