Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tawaran MBG di Insan Kamil dan Al Uswah Tak Langsung Diterima, Menunggu Kebijakan Yayasan dan Persetujuan Wali Murid

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:51 WIB

 

Program MBG di Tuban diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor.
Program MBG di Tuban diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor.

RADARTUBAN – Jauh sebelum ada program makan siang gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah sekolah swasta di Tuban sudah memberlakukan makan siang untuk anak didiknya.

Terutama sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran full day school. Di antaranya, lembaga pendidikan Insan Kamil dan Al Uswah. Lantas, bagaimana setelah ada program MBG?

Di Insan Kamil, program makan siang berlaku untuk semua jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Bina Insan Kamil Tuban dari kelompok bermain taman kanak-kanak (KBTK), SD, SMP, hingga SMA.

‘’Sejak awal sekolah didirikan, kami sudah menerapkan program makan siang untuk semua jenjang, dari TPA, KBTK, SD, MI, hingga MA,” kata Kepala Sekolah SMP Techno Insan Kamil Winartik kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Pendidik yang karib disapa Wiwin itu menjelaskan, penyediaan makan siang di lembaga pendidikannya dikelola oleh mitra gizi di bawah pengawasan yayasan.

‘’Pastinya, menu makan siang yang diberikan untuk para siswa telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah,” jelasnya.

Lalu, bagaimana setelah ada program MBG dari pemerintah? Wiwin menyampaikan, untuk saat ini lembaganya belum menerima program tersebut.

Apakah setelah menerima program MBG, program makan siang yang sudah berjalan bakal dihentikan?

Wiwin memastikan, kendatipun nanti menerima MBG, program makan siang di lembaga pendidikan islam terpadu ini bakal tetap dilanjutkan.

Dia menegaskan, keberadaan program MBG tidak serta-merta mengubah pola yang sudah ada sebelumnya.

‘’Penawaran dari pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sudah ada. Tapi apakah nanti diterima atau tidak, itu kewenangan pihak yayasan. Yang jelas, sampai saat ini kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari yayasan: apakah akan tetap menerima MBG atau tidak,” tandasnya.

Senada disampaikan Muhammad Sulthoni, Kepala Sekolah SDIT Al Uswah Tuban.

Sebelum ada MBG, lembaga pendidikan Al Uswah juga sudah menerapkan program makan siang untuk para siswa.

Lebih lanjut, dia juga mengakui mendapat tawaran dari pihak SPPG. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan untuk menerima atau tidak.

‘’Untuk menerapkan MBG, di sekolah kami harus membutuhkan persetujuan dari beberapa pihak, khususnya dari dari orang tua wali murid,” ujarnya.

Sejauh ini, terang Toni, siswa siswinya sudah mendapat makan siang yang disediakan pihak sekolah dengan sangat baik.

‘’Kami tidak menggunakan jasa catering. Makan siang untuk anak-anak dikelola oleh tim secara khusus. Makanan yang disajikan sangat sehat, bebas dari kandungan pemanis buatan, pewarna, pengawet, penguat rasa, pengenyal, hingga perasa buatan,’’ terangnya.

Hanya saja, kedua sekolah swasta ini tidak mengizinkan wartawan koran ini untuk mendokumentasikan menu makan siang yang disajikan untuk anak-anak. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #insan kamil #smp #sd #sma #pendidikan #Mbg #al uswah