Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tri Mei Apta Arjanti, Mahasiswi Pencinta Anak yang Dedikasikan Diri Lewat Griya Anak Hebat

Yudha Satria Aditama • Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Tri Mei Apta Arjanti
Tri Mei Apta Arjanti

RADARTUBAN - Berbekal dari rasa kecintaannya terhadap dunia pendidikan, Tri Mei Apta Arjanti memutuskan untuk mendedikasikan waktunya menjadi seorang pendidik dengan membuka bimbingan belajar (bimbel).

Bagi perempuan usia 21 tahun itu, mengajar anak-anak bukanlah suatu hal yang menguras emosi dan tenaga, melainkan sebuah pengalaman yang membahagiakan sekaligus menjadi sumber energi positif dalam kesehariannya.

‘’Sejak saya membuka Griya Anak Hebat, suasana rumah menjadi lebih hidup. Saya senang saat melihat anak-anak begitu ceria saat belajar sambil bermain. Sekarang kurang lebih sudah ada 16 anak yang bimbel di tempat saya,” ujar dara asal Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban itu.

Apta—sapaan akrabnya—memang berasal dari keluarga pendidik.

Hampir semua anggota keluarganya, mulai dari ayah, kakak, hingga kakek dan neneknya berprofesi sebagai seorang guru. Tidak heran jika semangat mengajarnya tampak mengalir begitu alami.

‘’Saya merasa mengajar itu bukan hanya soal bisa, tapi juga soal mengajar dari hati dengan ketulusan,” tuturnya.

Menurut mahasiswi Universitas PGRI Ronggolawe itu, mengajar anak-anak bukan hal yang sulit jika sudah mengetahui bagaimana cara mendekati dan memberikan pemahaman bagi mereka.

‘’Anak-anak itu unik. Kadang rewel, kadang pemalu. Tapi kalau diajak belajar sambil bermain, mereka akan cepat terbuka dan bisa memahami materi yang diajarkan,” jelasnya.

Bahkan, gadis berzodiak Gemini itu akan merasa sangat bahagia ketika melihat kemajuan murid-muridnya.

Mulai dari awalnya yang belum bisa membaca, tetapi setelah beberapa hari mengikuti proses pembelajaran di bimbelnya, murid-muridnya mulai menunjukkan hasil yang mengesankan.

Selain menjadi pengajar, mahasiswi program studi PPKN semester 3 ini juga aktif berkegiatan bersama komunitas Tuban Runners di akhir pekan sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran setelah menjalani rutinitas yang padat di kampus maupun di tempat bimbingan belajarnya.

‘’Sebenarnya mengajar anak-anak tidak terlalu sulit selama tahu metodenya. Justru tantangannya mencari guru yang benar-benar memiliki passion dalam mengajar. Banyak yang bisa mengajar, tapi tidak semua memiliki ketulusan dan metode yang cocok agar anak-anak bisa memahami pelajaran dengan baik,” tandasnya. (saf)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #pendidik #bimbel #energi