RADARTUBAN – Akhir pekan lalu, ratusan pedagang kaki lima (PKL) tampak memaksa kembali berjualan di area Alun-Alun Tuban.
Paksaan itu bentuk unjuk rasa sebagai bentuk protes atas tuntutannya yang tak kunjung mendapat kejelasan dari Pemkab Tuban.
Aksi tersebut sudah berlangsung selama dua hari, Sabtu (11/10) dan Minggu (12/10) kemarin.
Ketua PC PMII Tuban Ahmad Wafa Amrillah sekaligus tim advokasi menyatakan, kembalinya PKL berjualan di area Alun-Alun itu sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan pemerintah daerah dalam menentukan nasib PKL.
Sementara kebutuhan harian para kaum bawah ini tidak bisa ditunda dengan bertahan di tempat relokasi yang sepi.
‘’Yang diharapkan teman-teman PKL ini hanya solusi dari pemerintah daerah, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Seakan nasib mereka tidak begitu penting. Padahal, mereka memiliki anggota keluarga yang harus dihidupi dari berjualan,’’ tegas Wafa.
Lebih lanjut dia menyampaikan, selama tidak ada solusi solutif dari pemerintah daerah, dirinya bersama para PKL akan terus menggelar aksi unjuk rasa guna menuntut keadilan.
‘’Keinginan teman-teman PKL ini sangat sederhana, mereka hanya ingin dimanusiakan, dianggap ada—sebagai manusia yang sama-sama harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara kebijakan relokasi tanpa perencanaan yang matang, itu bukan solusi,’’ tandasnya.
Wafa berharap, dalam beberapa hari ke depan segera ada solusi dari pemerintah daerah. Sehingga potensi gesekan antara PKL dan petugas Satpol PP bisa dihindarkan.
‘’Semoga semua berakhir dengan baik,’’ harapannya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama