RADARTUBAN – Belum kelar masalah pedagang kaki lima (PKL) eks Alun-Alun Tuban. Kini, muncul masalah baru dari PKL kompleks Terminal Wisata Kebonsari.
Kemarin (13/10), puluhan pedagang dari lokasi parkir wisata Sunan Bonang itu wadul ke DPRD Tuban.
Dalam hearing bersama Komisi I DPRD, para pedagang meminta agar keberadaan shuttle dihentikan.
Sebab, gara-gara layanan transportasi antar jemput tersebut, kini bus wisata Sunan Bonang tidak lagi parkir di Terminal Kebonsari.
Imbasnya, dagangan mereka menjadi sepi.
Hadir dalam rapat dengan pendapat tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP).
Ketua Paguyuban Pedagang Wisata Kebonsari Sutiono mengatakan, munculnya shuttle sebenarnya sudah berlangsung sejak pandemi Covid-19.
Saat itu, tujuannya agar memecah kepadatan pengunjung.
Namun, setelah pandemi berlalu, shuttle masih ada. Sehingga, bus yang seharusnya parkir di Terminal Kebonsari malah parkir di beberapa tempat, seperti di Wisata Bejagung, dan Makam Tundung Mungsuh Palang.
‘’Bus wisata yang seharusnya parkir di Terminal Kebonsari, malah parkir di tempat lain,’’ katanya.
Dari 170 kios dan 181 asongan, semuanya sambat sepi. Sekalipun hari Sabtu dan Minggu. ‘’Libur akhir pekan tidak lagi membuat pendapatan kita naik. Dalam sehari di hari Minggu, saya hanya mendapat Rp 30 ribu,’’ ujarnya.
Ironis lagi, terang dia, masalah ini sudah empat tahun lebih terjadi dan tidak ada penyelesaian.
‘’Sudah pernah kami sampai ke pihak berwenang, tapi tak kunjung mendapatkan penanganan. Makanya, kami datang ke sini (DPRD) untuk mencari solusi,’’ jelasnya.
Kepala DLHP Tuban Anton Tri Laksono mengatakan, terkait tuntutan agar shuttle ditiadakan, pihaknya belum bisa mengiyakan.
‘’Akan kami pelajari dulu. Insyaallah akhir Oktober ini sudah ada keputusan,’’ jawabnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Tuban Suratmin mengatakan, dalam hearing telah disepakati bahwa perlu ada penataan setelah munculnya shuttle.
Salah satunya, menggunakan skema yang telah disiapkan DLHP.
‘’Seperti apa skemanya, akan kami dukung dan awasi. Kalau ada ketidaksesuaian, maka nanti akan dilakukan evaluasi,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama