Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bupati Tuban Mas Lindra Diminta Turun Tangan, Fitur Aplikasi Layanan Si Mas Ganteng Tak Berfungsi Optimal!

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Bus Si Mas Ganteng terparkir rapi di Kantor Bidang LLAJ DLJP Tuban.
Bus Si Mas Ganteng terparkir rapi di Kantor Bidang LLAJ DLJP Tuban.

RADARTUBAN – Janji transportasi publik modern lewat layanan Si Mas Ganteng mulai diuji realitas di lapangan.

Program andalan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky itu dinilai warga belum berjalan maksimal, terutama di wilayah desa dan pesisir.

Keluhan pun mengalir, bukan soal konsepnya, tapi eksekusinya yang dinilai belum menyentuh masyarakat secara merata.

Siti Rohmah, warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, misalnya, mengaku sudah beberapa kali menunggu armada Si Mas Ganteng di jalur resmi—namun bus tak kunjung lewat.

“Setiap menunggu bus Si Mas Ganteng, saya tidak pernah bertemu. Tidak tahu juga jam pastinya kapan. Kalau di perkotaan masih sering ditemui, sedangkan kalau di desa saya sulit,” ujarnya dengan nada kecewa.

Siti sempat mencoba mengakses aplikasi resmi Si Mas Ganteng untuk mengetahui posisi bus, tetapi hasilnya nihil.

Fitur pelacak yang seharusnya menjadi tulang punggung layanan digital itu tak berfungsi sebagaimana mestinya.

Keluhan serupa disampaikan Khoirun Nissa. Dia mengaku belum pernah menaiki bus tersebut karena bingung menggunakan aplikasinya.

“Di aplikasi hanya ada peta kosong tanpa jalur rutenya,” ungkapnya.

Nissa berharap pembenahan sistem digital dan jadwal operasional segera dilakukan.

“Layanannya bagus sebenarnya, tapi sayang kalau tidak bisa dimanfaatkan semua orang. Kami di daerah juga butuh akses transportasi publik yang pasti dan terjangkau,” tegasnya.

Inisiatif Hadirkan Transportasi Modern

Sebagaimana diketahui, program Si Mas Ganteng merupakan salah satu inisiatif Pemkab Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky untuk menghadirkan transportasi modern berbasis digital.

Armada ini ditargetkan mampu menjangkau semua kecamatan, termasuk kawasan pelosok dan pesisir.

Melalui aplikasi, warga semestinya bisa memantau jadwal keberangkatan, rute, hingga posisi bus secara real time.

Sayangnya, ambisi modernisasi transportasi itu masih terganjal masalah teknis dan distribusi layanan.

Baca Juga: Sopir MPU Mengeluh, DLHP Tuban Siapkan Solusi atas Dampak Bus Si Mas Ganteng

Wilayah kota relatif lebih terlayani, sementara desa dan pesisir justru menjadi area “gelap layanan”.

Layanan Diperluas, Armada Ditambah

Sejak pertama kali meluncur 2024, Si Mas Ganteng (singkatan dari Transportasi Masyarakat Tuban yang Elegan, Aman, Nyaman, dan Terintegrasi) hanya mengoperasikan 10 unit bus di 10 trayek utama.

Hasilnya nyata: angka kecelakaan pelajar menurun, biaya transportasi keluarga berkurang, dan masyarakat mulai beralih ke transportasi publik.

Melihat animo yang luar biasa, Pemkab Tuban meng-upgrade program ini menjadi Si Mas Ganteng Gen 2.

Tambahan 10 bus baru dan 20 armada feeder sudah beroperasi sejak akhir Maret 2025 lalu.

Feeder ini bertugas menjemput warga dari desa-desa untuk diantarkan ke jalur utama bus.

Dengan sistem ini, perpindahan moda jadi mulus dan ongkos perjalanan tetap terjangkau.

Daftar Lengkap Trayek Si Mas Ganteng

Generasi 1 – 10 Rute Awal

Generasi 2 – 10 Bus Baru

20 Feeder Desa–Kota

Dari trayek Tegalrejo–Jadi–Sumurgung–Terminal Tipe A, Bektiharjo–Mrican–Prunggahan–Pasar Tuban, hingga Sokogunung–Jamprong–Kenduruan–Jatirogo, armada feeder siap menjangkau daerah terpencil. Total 20 unit feeder tersebar di seluruh kecamatan.

Akui Perlunya Perbaikan Sistem

Menanggapi keluhan ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Imam Isdarmawan, mengakui perlunya perbaikan sistem.

 “Informasi mengenai rute, jam operasional, dan sistem perjalanan memang perlu dijelaskan secara langsung agar masyarakat lebih memahami. Kami terus melakukan pembenahan,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, sorotan kini tertuju pada langkah konkret Pemkab, khususnya Mas Lindra, untuk memastikan Si Mas Ganteng tak sekadar proyek manis di atas kertas, tapi benar-benar menjadi solusi mobilitas warga Tuban dari kota hingga pelosok. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#aplikasi #Si Mas Ganteng #Bupati Tuban #fitur pelacak #jadwal operasional #Aditya Halindra Faridzky #transportasi publik