RADARTUBAN - Proyek pemeliharan berkalan jalan lingkar selatan (JLS) menyisakan tanda tanya.
Pasalnya, proyek bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) senilai kurang lebih Rp 7,9 miliar, yang terbagi dalam dua paket itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, kerusakan parah di beberapa titik sudah diperbaiki. Salah satunya di Desa Kowang, Kecamatan Semanding.
Perbaikan di titik ini menggunakan sistem rigid pavement atau pembetonan.
Hanya saja, kerusakan jalan di sisi kanan dan kiri masih tampak menganga.
Tidak ada kelanjutan perbaikan.
‘’Saya kira, yang sampingnya juga ikut diperbaiki. Sebab kerusakannya juga tidak kalah parah. Tapi setelah pengecoran di titik ini selesai, alat beratnya sudah pindah,’’ kata Ahmad, salah satu pengendara yang saban hari melintas di jalan tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis kemarin petang pukul 17.00, baik Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Tuban Agung Supriyadi maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agung Mayangkara belum memberikan dikonfirmasi.
Pertanyaan yang dikirim Jawa Pos Radar Tuban melalui WhatsApp (WA) juga belum dijawab.
Informasinya, hampir semua pejabat di lingkup Pemkab Tuban mengikuti rapat bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky di Pendapa Kridha Manunggal dari pagi hingga malam.(tok/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama