Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengayuh Becak Sunan Bonang Tuban Tolak Skema Ganjil-Genap: Pendapatan Bisa Terhenti

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:26 WIB
Rencana DLHP Tuban menerapkan sistem ganjil-genap bagi becak wisata menuai penolakan.
Rencana DLHP Tuban menerapkan sistem ganjil-genap bagi becak wisata menuai penolakan.

RADARTUBAN – Wacana skema ganjil-genap bagi becak wisata yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban memicu kontroversi.

Kebijakan tersebut bukan sekadar pembatasan, namun ancaman nyata bagi dapur pengayuh becak di kawasan Parkir Wisata Kebonsari.

“Kalau ganjil-genap diterapkan, ya bisa-bisa satu hari narik, satu hari nggak makan,” keluh Kiswanto, ketua Paguyuban Becak Wisata Kebonsari dengan nada getir, kemarin (15/10).

Dia menyebut, dari 450 anggota paguyuban, sebagian besar bukan warga kota. Mereka datang dari sejumlah daerah di luar Tuban, mulai Soko, Kenduruan, hingga Bangilan.

Baca Juga: Becak di Tuban Bakal Diterapkan Sistem Ganjil Genap Menggunakan Pelat Nomor, Begini Teknisnya

Mereka juga hidup nomaden di sekitar parkiran, menjadikan becak sekaligus rumah, tempat tidur, dan satu-satunya sumber nafkah.

Menurut Kiswanto, isu ganjil-genap bukan hal baru.

“Sudah pernah dengar sejak beberapa waktu lalu, tapi belum ada sosialisasi resmi dari DLHP. Baru wacana, tapi dampaknya sudah bikin resah,” ungkap pria asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban itu.

Dia menilai rencana itu akan memukul pendapatan pengayuh becak yang kini sudah terseok.

“Hari-hari ini saja sepi. Kadang cuma satu bus wisata yang datang, pendapatan paling Rp20 ribu. Itu pun rebutan. Kalau nanti dibagi hari, bisa makin parah,” ujarnya.

Kekhawatiran lain, lanjut dia, adalah soal keadilan. Kalau pas giliran ganjil, kebetulan hari itu ramai, ya yang genap rugi. ‘’Besok gantian malah sepi. Siapa yang mau nanggung?”

Kiswanto menegaskan, penataan boleh, tapi jangan sampai meniadakan penghidupan.

“Kami nggak nolak ditata, asal semua tetap bisa kerja setiap hari,” tegasnya.

Dengan alasan tersebut, lanjut Kiswanto, pihaknya akan menyampaikan kepada dinas terkait agar rencana melakukan skema tersebut dikaji ulang.

Menurut dia, kalau berniat agar becak tidak mengganggu di jalan, maka bisa dengan kebijakan lain.

‘’Kalau kami ingin tetap setiap hari semua becak bisa tetap narik, monggo nanti ditata baiknya seperti apa,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLHP Tuban Anton Tri Laksono menegaskan, skema ganjil genap ini merupakan upaya pemkab untuk menata becak wisata.

Tujuannya, agar jumlah becak yang berlalu lalang di jalan protokol tidak terlalu banyak.

‘’Sehingga nanti semua harus legowo, jangan ada penarik becak yang nyerobot dan lain sebagainya,’’ ujarnya.

Terkait detail pendataan dan teknis penyelenggaraan, dia belum menyampaikan.

‘’Nanti akan disampaikan kepada pengayuh becak ketika proses sosialisasi,’’ ujarnya.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisata #Tuban #pengayuh becak #DLHP #Sunan Bonang