RADARTUBAN – Mesin birokrasi Pemkab Tuban bakal kembali bergerak. Manuver Bupati Aditya Halindra Faridzky atau Mas Lindra bakal mengawali babak baru bongkar-pasang pejabat.
Rencana asesmen pejabat eselon III dan IV menjadi sinyal kuat dimulainya open bidding alias lelang jabatan serta promosi lanjutan di lingkup pemerintahan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, undangan asesmen sudah mendarat ke meja para pejabat eselon III—setingkat kepala bidang, kepala bagian, dan camat—serta eselon IV seperti kepala seksi dan kasubbag. Tes pemetaan kompetensi dan potensi ini dijadwalkan digelar awal bulan depan.
“Jadwalnya memang beda-beda. Kalau saya, minggu pertama bulan depan,” ujar salah satu pejabat eselon III yang enggan disebut namanya.
Ia juga tak menampik asesmen itu diarahkan untuk mengisi kursi kosong jabatan tinggi pratama dan promosi dari eselon IV ke III.
“Kayaknya iya. Ini kan bagian dari pemetaan untuk lelang jabatan,” lanjutnya.
6 Kursi Jabatan Eselon II Kosong
Pemetaan ini muncul di tengah kian membengkaknya jumlah kursi kosong di level strategis.
Saat ini, tercatat ada enam jabatan eselon II setingkat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang lowong.
Yakni, Inspektur Inspektorat; Kepala Dinas Pendidikan (Disdik); Kepala Dinas Kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (Dinkes P2KB); Kepala Satpol PP-Damkar; dan Kepala BPKPAD. Satu lainnya yakni kursi staf ahli bupati bidang kemasyarakatan dan SDM.
Sedangkan level eselon III yakni dua kursi kepala bagian (kabag) dan empat camat.
“Ini momentum reshuffle birokrasi. Mesin pemerintah butuh percepatan, bukan sekadar tambal sulam,” ucap sumber internal Pemkab.
Asesmen Jadi Pintu Masuk
Meski begitu, Kepala BKPSDM Tuban Fien Roekmini Koesnawangsih belum bicara banyak soal jadwal pasti asesmen. “Belum dijadwalkan,” singkatnya saat dikonfirmasi.
Namun, gelagatnya jelas: Pemkab tengah mengatur langkah strategis untuk mengisi kekosongan jabatan lewat mekanisme resmi.
Langkah ini sejalan dengan gaya kepemimpinan Bupati Tuban Mas Lindra yang dikenal kerap “merapikan” barisan lewat evaluasi kinerja.
Dalam beberapa tahun kepemimpinannya, rotasi dan promosi pejabat menjadi salah satu cara menjaga ritme birokrasi agar tetap bergerak.
Signal Keras dari Mas Lindra
Sumber di lingkungan Pemkab Tuban menyebut, momentum asesmen ini bukan sekadar formalitas.
“Siapa yang siap, naik kelas. Siapa yang mandek, siap-siap tersisih,” ujar salah satu pejabat.
Mas Lindra disebut tengah menyiapkan struktur birokrasi yang lebih gesit untuk mendorong agenda-agenda prioritas pembangunan Tuban.
Terlebih, menjelang siklus anggaran baru dan sejumlah proyek strategis.
“Ini bukan soal jabatan semata, tapi tentang siapa yang benar-benar punya kapabilitas mengeksekusi program,” imbuhnya.
Langkah agresif ini diyakini akan menjadi pemanasan menuju reshuffle besar-besaran di lingkup Pemkab.
Kursi kosong bukan hanya sekadar diisi, tapi diperebutkan lewat kompetisi terbuka dan terukur.
Langkah Pemkab Tuban mempercepat asesmen pejabat menandai kembalinya dinamika birokrasi lokal ke orbit panas.
Lelang jabatan bukan sekadar urusan administrasi. Di tangan Mas Lindra, ini bisa jadi ajang “uji nyali” bagi siapa saja yang ingin duduk di kursi panas. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni