Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Paguyuban Becak Wisata Tuban Desak Shuttle Pengangkut Peziarah Dihentikan karena Rugikan Warga

M. Mahfudz Muntaha • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 22:50 WIB
MENUNGGU KETEGASAN: Pengayuh becak menunggu penumpang di area Parkir Wisata Kebonsari
MENUNGGU KETEGASAN: Pengayuh becak menunggu penumpang di area Parkir Wisata Kebonsari

RADARTUBAN – Selain menolak skema ganjil – genap, Paguyuban Becak Wisata Kebonsari ikut mendukung paguyuban pedagang yang meminta agar masalah shuttle yang menjemput peziarah dari luar Parkir Wisata Kebonsari dihentikan.

Kegiatan angkutan umum pengangkut peziarah tersebut dinilai ilegal dan memicu aktivitas parkir Kebonsari sepi dari bus.

Ketua Paguyuban Becak Wisata Kebonsari Kiswanto menyampaikan keberadaan shuttle angkutan umum yang menjemput peziarah di luar Parkir Wisata Kebonsari.

Menurut dia, hal ini membuat bus pariwisata memilih memarkir di luar.

Dia menyatakan pernah melihat bus parkir di Wisata Pantai Kelapa.

Setelah itu, penumpangnya dijemput angkutan umum untuk diantarkan ke Makam Sunan Bonang.

"Ini bukan sekali saja, serupa pernah ditemui seperti di Parkir Sunan Bejagung,’’ ujarnya.

Dia penasaran mengapa sejumlah bus memilih parkir lebih jauh dan penumpangnya naik angkutan umum. Setelah diselidiki, kata Kiswanto,

ada kerja sama antara pengemudi bus dan angkutan umum.

"Setelah saya telusuri ternyata ada kesepakatan yang saling menguntungkan antar keduanya,’’ beber pria asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban itu.

Kiswanto berharap aktivitas ini segera dihentikan karena merugikan banyak orang.

Menurut dia, seharusnya pemerintah tidak tinggal diam dan mengorbankan ratusan pedagang dan pengayuh becak hanya untuk segelintir pemilik angkutan umum.

"Kebijakan harus berdasarkan skala prioritas,’’ tegasnya.

Kalau shuttle dihentikan, dia memastikan bus yang masuk area Parkir Wisata Kebonsari lebih banyak.

"Tentu ini menguntungkan pedagang, tukang becak, dan pemerintah sendiri karena retribusi parkir juga bakal meningkat, jadi seharusnya pemerintah sigap terkait masalah ini,’’ kata dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Anton Tri Laksono mengatakan, masalah shuttle sudah dalam pembahasan.

Karena masalah ini melibatkan banyak pihak, kata dia, maka akan disiapkan skema agar Parkir Wisata Kebonsari ditekankan menjadi induk tempat parkir.

"Ketika nanti parkir di luar tidak masalah, kami siapkan shuttle untuk diarahkan di parkir Kebonsari,’’ ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Anton, semua mendapatkan porsi sama. Semua mendapat keuntungan dari parkir di Kebonsari. 

Dalam pada hearing di DPRD Tuban, pedagang di area Parkir Wisata Kebonsari, pedagang di area parkir Wisata  Kebonsari meminta agar shuttle yang sudah berlangsung selama kurang lebih empat tahun dan terkesan dibiarkan untuk segera dihentikan.(fud/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #angkutan umum #Parkir Wisata Kebonsari #peziarah #Paguyuban Becak Wisata Kebonsari #Makam Sunan Bonang #shuttle