Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

108 Kursi Kuota Haji di Tuban Resmi Dilimpahkan ke Keluarga karena Alasan Ini

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 21 Oktober 2025 | 00:05 WIB
Sebanyak 108 calon haji Tuban batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini, porsinya resmi dilimpahkan ke keluarga melalui proses resmi di PLHUT Tuban.
Sebanyak 108 calon haji Tuban batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini, porsinya resmi dilimpahkan ke keluarga melalui proses resmi di PLHUT Tuban.

RADARTUBAN  – Tak semua calon jemaah haji (CJH) bisa menuntaskan niat sucinya ke Tanah Suci.

Di Tuban, tercatat 108 calon haji akhirnya digantikan oleh ahli warisnya sepanjang 2025 ini.

CJH yang digantikan ahli warisnya tersebut karena sudah tidak memungkinkan berangkat haji.

Sebagian karena meninggal dunia dan sakit permanen atau tidak bisa diharapkan untuk sembuh.

‘’Maka porsi hajinya dilimpahkan kepada keluarga seperti anak atau saudara kandung,” ujar Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Imam Bukhori, Minggu (19/10).

Menurut Imam, pelimpahan ini tak hanya untuk jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun depan.

Pendaftar yang baru masuk beberapa tahun terakhir juga termasuk.

“Data pelimpahan mencakup jemaah dengan jadwal keberangkatan mulai 2026 hingga 2040,” imbuhnya.

Beberapa hari lalu, para calon jemaah pengganti itu dikumpulkan di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).

Di sana, dilakukan proses pelimpahan disaksikan tim dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Prosesnya tak sekadar seremonial. Data langsung diperbarui di aplikasi Siskohat agar porsi haji bisa resmi berpindah.

“Karena jumlahnya banyak dari Kanwil Kemenag Jatim jemput bola ke Tuban, biasanya jemaah yang datang ke Kanwil untuk kita entri datanya di aplikasi Siskohat,” beber Imam.

Mantan kepala KUA Tuban itu menegaskan, pelimpahan ini juga bagian dari persiapan pemberangkatan tahun depan.

Semua jemaah yang sudah pasti tak berangkat,  baik meninggal atau sakit permanen didata untuk menentukan apakah diganti ahli waris atau menarik kembali dana hajinya.

‘’Dan setiap tahun pasti selalu ada proses pelimpahan,” pungkasnya.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #tanah suci #Kemenag #ahli waris #calon jemaah haji